RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk mengikuti mekanisme resmi organisasi dan pemerintah dalam menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penetapan awal bulan suci tersebut dipastikan masih menunggu hasil pengamatan hilal (rukyatul hilal) di lapangan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Batang, KH Ahmad Munir Malik, menjelaskan bahwa NU memiliki prosedur berjenjang yang ketat melalui Lembaga Falakiyah. Hal ini dilakukan agar penentuan awal ibadah puasa memiliki landasan syar’i dan saintifik yang kuat.
“Penetapan awal Ramadan di NU tidak dilakukan secara mandiri oleh cabang. Ada mekanisme berjenjang melalui Lembaga Falakiyah NU, dan di Batang ini menjadi agenda rutin yang selalu kami ikuti. Hasil rukyatul hilal dari daerah akan dikirim ke PBNU, lalu dibahas dalam sidang isbat internal sebelum dibawa ke tingkat nasional,” ujar KH Ahmad Munir Malik usai Rapat Pleno, Sabtu (7/2/2026).
Baca Juga:Bahayakan Jalur Pesawat! Penerbangan Balon Udara Liar di Pekalongan Meningkat, AirNav Beri PeringatanInspiratif! Anak Petani Wonotunggal Batang Tembus Beasiswa UGM Hingga Jadi Ketua SEMA UIN Kalijaga
Menunggu Keputusan PBNU dan Kemenag
Kiai Munir menekankan bahwa warga Nahdliyin di Batang diimbau untuk tidak terburu-buru dalam menentukan tanggal 1 Ramadan. Keputusan akhir akan merujuk pada dua tahapan besar, yakni hasil sidang isbat PBNU dan sidang isbat nasional yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Hingga saat ini, PCNU Batang belum merilis tanggal pasti karena pengamatan hilal baru akan dilakukan menjelang akhir bulan Syakban.
“Warga NU akan menunggu keputusan resmi. Pertama dari PBNU, lalu dari sidang isbat pemerintah. Jadi kami belum bisa memastikan tanggal 1 Ramadan lebih awal. Kami tidak bisa menetapkan lebih dulu, semua menunggu hasil pengamatan hilal,” tegasnya secara lugas.
Titik Pantau Hilal di Pesisir Batang
Mengenai lokasi pemantauan, PCNU Batang biasanya menggunakan titik strategis seperti Pantai Ujungnegoro. Namun, untuk tahun 2026 ini, kepastian lokasi masih menunggu arahan teknis dari pusat.
Selain fokus pada penanggalan, PCNU Batang juga telah menyusun rangkaian program dakwah selama bulan suci. Agenda seperti safari Ramadan ke tingkat ranting hingga program “Tarawih Religius” yang diselingi kajian budaya akan menjadi fokus utama.
