RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) resmi mengaktifkan kembali layanan dapur umum mulai Jumat, 6 Februari 2026. Keputusan strategis ini diambil menyusul lonjakan signifikan jumlah warga yang terpaksa mengungsi akibat intensitas hujan tinggi yang memicu banjir di berbagai wilayah.
Pengoperasian kembali dapur umum ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan konsumsi bagi para penyintas secara layak dan terkoordinasi. Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi, menegaskan bahwa aspek kemanusiaan menjadi prioritas utama di tengah situasi darurat ini.
“Ya, dapur umum sudah kembali beroperasi sejak Jumat tanggal 6 Februari kemarin. Pertimbangannya karena jumlah pengungsi bertambah banyak saat itu, sehingga perlu ada dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama makanan siap saji berupa nasi bungkus dan lauk pauk,” ungkap Yos Rosyidi, Senin (9/2/2026).
Baca Juga:Bahayakan Jalur Pesawat! Penerbangan Balon Udara Liar di Pekalongan Meningkat, AirNav Beri PeringatanInspiratif! Anak Petani Wonotunggal Batang Tembus Beasiswa UGM Hingga Jadi Ketua SEMA UIN Kalijaga
Fokus Distribusi di Wilayah Pekalongan Barat
Dapur umum Dinsos-P2KB saat ini difokuskan untuk memproduksi ratusan paket nasi bungkus guna mencukupi kebutuhan makan tiga kali sehari—pagi, siang, dan malam. Pada Senin (9/2/2026), tim distribusi menyasar kantong-kantong pengungsian terbesar, khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 540 bungkus nasi telah disalurkan dengan rincian sebagai berikut:
Aula Kecamatan Pekalongan Barat: 260 bungkus.
- SD Tirto 3: 45 bungkus.
- Kantor Eks Kraton Kidul: 95 bungkus.
- Kelurahan Pasirkratonkramat (PKK): 90 bungkus.
- Posko At Taubah & Bahurekso: 50 bungkus.
Yos menjelaskan bahwa angka distribusi tersebut bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan fluktuasi jumlah warga yang datang ke posko pengungsian.
“Distribusi kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jumlahnya bisa berubah setiap hari, tergantung perkembangan jumlah pengungsi dan kondisi wilayah terdampak,” jelasnya lebih lanjut.
Siaga Hingga Kondisi Normal
Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus menyiagakan dapur umum selama status kedaruratan belum dicabut dan warga belum bisa kembali ke rumah untuk beraktivitas secara mandiri. Evaluasi harian terus dilakukan bersama tim gabungan di lapangan.
“Prinsipnya, selama masih dibutuhkan dan kondisi belum sepenuhnya normal, kami siap untuk terus mengoperasikan dapur umum. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan melayani masyarakat dalam situasi darurat,” tegas Yos secara lugas.
