“Pemerintah tidak tinggal diam, kita upayakan. Karena tanggap bencana itu berlaku 14 hari, kita perpanjang lagi agar penanganan lebih cepat. Tujuh kesepakatan hasil audiensi merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk warga Tirto,” tandas Anis Rosidi.
Adapun tujuh kesepakatan tersebut mencakup langkah-langkah konkret sebagai berikut:
- Perbaikan tanggul Sungai Sengkarang.
- Penambahan dua pompa portabel di lokasi kritis.
- Jaminan ketersediaan stok solar untuk operasional pompa.
- Pembangunan rumah pompa permanen di Desa Karangjompo.
- Perbaikan pintu air di wilayah Mulyorejo.
- Normalisasi drainase sepanjang jalan Tirto dan wilayah Sipacar.
- Perbaikan akses jalan dari Mulyorejo menuju Tegaldowo.
Kini, warga Tirto hanya bisa berharap komitmen tersebut segera terealisasi sebelum Ramadan tiba, agar bencana tahunan ini tidak merampas hak mereka untuk beribadah dengan layak. (had)
