Cetak Generasi Qur’ani, 70 Santri TPQ Darul Falah SD Muhammadiyah 02 Bendan Pekalongan Resmi Diwisuda

Cetak Generasi Qur’ani, 70 Santri TPQ Darul Falah SD Muhammadiyah 02 Bendan Pekalongan Resmi Diwisuda
MALEKHA WISUDA - Sebanyak 70 santri TPQ Darul Falah SD Muhammadiyah 02 Bendan resmi mengikuti prosesi wisuda.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Gedung Olahraga (Gor) Universitas Pekalongan menjadi saksi bisu lahirnya puluhan penjaga Al-Qur’an baru. Sebanyak 70 santri dari TPQ Darul Falah SD Muhammadiyah 02 Bendan resmi mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu, 7 Februari 2026. Acara ini merupakan langkah strategis sekolah dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.

Prosesi wisuda tahun ini mencakup beberapa kategori prestasi, yakni Wisuda Marhalatul Ula ke-26, Marhalatul Mutawasithoh ke-3, serta Wisuda Tahfidz Al-Qur’an khusus Juz 29 dan 30. Para wisudawan yang merupakan siswa kelas 3 hingga 6 ini telah melewati jenjang pembelajaran ketat menggunakan metode Qiro’ati dan Amsilati.

Kepala SD Muhammadiyah 02 Bendan, Indra Susanti, menekankan bahwa wisuda ini bukanlah garis finis bagi para santri. Ia mewajibkan seluruh lulusan untuk terus memperdalam hafalan dan pemahaman Al-Qur’an hingga mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut.

Baca Juga:TMMD Sengkuyung I 2026 Dimulai, Fokus Atasi Banjir Rob di Bandengan Melalui Betonisasi Jalan PesisirTawuran Bersajam Resahkan Batang, 3 Pelajar SMK Ditangkap Polisi Usai Duel Berdarah di Denasri Wetan

“Harapannya, ilmu Al-Qur’an yang dipelajari tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal membangun diri, masyarakat, dan bangsa,” ujar Indra Susanti saat memberikan sambutan, Sabtu.

Konsistensi di Tengah Cuaca Ekstrem

Meskipun pelaksanaan acara dibayangi oleh cuaca yang kurang bersahabat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para santri maupun wali murid yang hadir. Ketua Panitia Wisuda, Damai Soni, memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan para santri dalam menuntaskan target hafalan mereka.

Menurutnya, dukungan orang tua menjadi kunci keberhasilan para santri dalam menyelesaikan metode pembelajaran yang menuntut kedisiplinan tinggi tersebut.

“Kami berharap para wisudawan terus konsisten meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an demi menumbuhkan akhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai islami,” tegas Damai Soni.

Metode Pembelajaran Terpadu

TPQ Darul Falah dikenal konsisten menerapkan metode Qiro’ati untuk standarisasi bacaan dan Amsilati untuk pendalaman kaidah bahasa Arab. Dengan kombinasi ini, para santri diharapkan memiliki pondasi yang kuat dalam menafsirkan nilai-nilai Qur’ani di masa depan.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan pemberian penghargaan bagi santri dengan hafalan terbaik. Momentum ini menjadi pengingat bagi masyarakat Pekalongan akan pentingnya pendidikan agama berbasis karakter sejak usia dini di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (mal)

0 Komentar