RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kepolisian Resor (Polres) Batang melakukan terobosan baru dengan membekali pelajar jenjang SMA dan SMK melalui edukasi literasi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan artifisial. Langkah ini diambil guna memastikan generasi muda di Kabupaten Batang mampu menavigasi teknologi digital secara bijak, cerdas, dan bertanggung jawab.
Program ini menjadi bagian dari upaya Kepolisian dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap derasnya arus informasi. Literasi AI dinilai sebagai tameng utama agar pelajar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan memverifikasi kebenaran data di ruang siber.
Kapolres Batang, AKBP Veronica, menegaskan bahwa pemahaman mengenai kecerdasan artifisial sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi pelajar saat ini.
Baca Juga:Bupati Kendal Luncurkan Buku Sejarah Kaliwungu, Perkuat Literasi Lokal dan Jati Diri Kota SantriTMMD Sengkuyung I 2026 Dimulai, Fokus Atasi Banjir Rob di Bandengan Melalui Betonisasi Jalan Pesisir
“Anak-anak kami bekali pemahaman tentang pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial. Harapannya, mereka bisa menggunakan AI secara positif dan mampu bersaing menyongsong era Indonesia Emas 2045. Kami ingin pelajar tidak gagap teknologi, tapi juga tidak terjebak dalam penyalahgunaan AI,” ujar AKBP Veronica, Selasa (10/2/2026).
Pertama di Jajaran Polda Jawa Tengah
Program literasi AI yang diinisiasi Polres Batang ini diklaim sebagai yang pertama kalinya digelar di jajaran Polda Jawa Tengah. Edukasi ini tidak hanya berfokus pada sisi teknis penggunaan alat, tetapi lebih menekankan pada aspek etika digital dan sikap kritis.
Veronica menambahkan, kemampuan menyaring informasi menjadi sangat krusial mengingat algoritma AI dapat menyebarkan informasi dengan kecepatan luar biasa.
“Literasi ini penting agar mereka bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan. Tanpa sikap kritis, pelajar bisa dengan mudah terjebak dalam disinformasi atau konten yang merugikan,” tegasnya secara lugas.
Respons Pelajar: AI Sebagai Teman Belajar
Edukasi ini disambut antusias oleh para peserta. Keenan, salah satu siswa SMA Negeri 2 Batang, mengakui bahwa teknologi kecerdasan artifisial sudah menjadi bagian dari keseharian belajarnya, mulai dari memverifikasi jawaban hingga mencari rujukan tambahan.
Namun, ia menyadari bahwa ketergantungan pada AI tetap harus dibarengi dengan kewaspadaan.
“Biasanya saya pakai untuk memastikan jawaban soal atau mencari informasi tambahan. Namun, harus tetap disaring dan dicek ulang supaya tidak salah paham atau termakan informasi yang keliru,” tutur Keenan.
