Sopir Ambulans Desa di Pekalongan Digembleng Safety Driving, Polisi: Nyawa Pasien dan Keamanan Utama

Sopir Ambulans Desa di Pekalongan Digembleng Safety Driving, Polisi: Nyawa Pasien dan Keamanan Utama
PELATIHAN - RSI Pekajangan berkolaborasi dengan Satlantas Polres Pekalongan beri pelatihan bagi sopir mobil ambulans desa. Foto: Hadi Waluyo.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Mengemudikan ambulans di tengah situasi darurat bukan sekadar soal adu kecepatan, melainkan tentang pertaruhan nyawa dan keselamatan di jalan raya. Menyadari krusialnya peran tersebut, Satlantas Polres Pekalongan menggelar pelatihan khusus bagi puluhan pengemudi ambulans desa se-Kabupaten Pekalongan.

Bertempat di Ballroom Hotel Howard Johnson, Kamis (5/2/2026), kegiatan bertajuk “Pelatihan Safety Driving dan Kegawatdaruratan Pre-Hospital” ini digelar melalui kolaborasi apik dengan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Para sopir tidak hanya diajarkan teknis medis, tetapi juga digembleng mengenai etika berkendara sebagai pengguna jalan prioritas.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Pekalongan, Ipda Deny Saputra, menegaskan bahwa seorang driver ambulans wajib memiliki kontrol emosi yang stabil serta teknik mengemudi mumpuni saat menghadapi tekanan waktu di situasi emergency.

Baca Juga:Cetak Generasi Qur’ani, 70 Santri TPQ Darul Falah SD Muhammadiyah 02 Bendan Pekalongan Resmi DiwisudaGeger! 52.204 Peserta PBI JK di Batang Dinonaktifkan, Begini Cara Reaktivasi Agar BPJS Aktif Lagi

“Ambulans memang kendaraan prioritas, namun keselamatan tetap yang utama. Kami memberikan materi safety driving agar para driver ambulans desa memahami tata cara mengemudi dalam keadaan gawat darurat tanpa mengesampingkan tertib lalu lintas,” ujar Ipda Deny Saputra di sela kegiatan.

Edukasi Operasi Keselamatan Candi 2026

Tak hanya fokus pada kemudi, personel Satlantas juga memanfaatkan momentum ini untuk mensosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026. Para peserta dibekali brosur dan leaflet edukasi dengan harapan mereka mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di desa masing-masing.

Ipda Deny menambahkan, pemahaman yang kurang mengenai safety driving justru bisa memicu insiden baru di jalan raya saat proses evakuasi pasien berlangsung.

“Harapan kami, pelatihan ini memberikan pengetahuan mendalam bagi pengemudi ambulans desa agar lebih tertib dan peduli keselamatan. Jangan sampai saat menolong pasien, justru terjadi insiden di jalan karena kurangnya pemahaman safety driving,” tambahnya secara tegas.

Sinergi Medis dan Kepolisian

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Direktur RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, drg Afaf, serta Ketua Panitia, dr Amri Ash Shiddiq. Pihak rumah sakit memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan kepolisian dalam meningkatkan kemampuan teknis para pengemudi di lapangan.

Selain urusan kemudi, para sopir juga dibekali prosedur medis dasar atau pre-hospital. Hal ini bertujuan agar pengemudi paham langkah awal penanganan medis sebelum pasien sampai di IGD, sehingga peluang keselamatan nyawa pasien semakin besar.

0 Komentar