RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Gelombang keresahan melanda warga Kabupaten Batang. Belum usai trauma masyarakat akibat aksi begal di wilayah Bandar, kini insiden tawuran remaja bersenjata tajam pecah di Desa Denasri Wetan, Kecamatan Batang. Aksi brutal yang terjadi pada Minggu dini hari, 8 Februari 2026, tersebut mengakibatkan dua orang terluka dan berujung pada penangkapan tiga oknum pelajar.
Peristiwa mencekam ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat sekelompok remaja saling serang menggunakan celurit dan corbek di tengah permukiman saat warga sedang terlelap.
Kapolres Batang, AKBP Veronica, mengonfirmasi bahwa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan para pelaku yang memicu penganiayaan berat tersebut.
Baca Juga:25 Hari Terendam Banjir, Aktivitas Warga 3 Desa di Tirto Lumpuh, Status Tanggap Darurat DiperpanjangPCNU Batang Tunggu Rukyatul Hilal dan Sidang Isbat Pemerintah untuk Tetapkan Awal Ramadan 1447 H
“Satreskrim Polres Batang telah mengungkap perkara pengeroyokan dengan senjata tajam dan perkelahian secara berkelompok di wilayah Denasri Wetan. Aksi tersebut berlangsung singkat, sekitar dua menit, sebelum akhirnya kelompok remaja itu membubarkan diri,” ujar AKBP Veronica, Selasa (10/2/2026).
Kronologi Mencekam: Teriakan dan Kilatan Celurit
Berdasarkan keterangan saksi mata, ketegangan mulai terasa sekitar pukul 03.21 WIB. Warga terbangun karena suara bising klakson kendaraan yang bersahut-sahutan disertai teriakan tantangan dari arah timur perkampungan.
Saat warga mengintip dari balik jendela, terlihat belasan remaja mengayunkan senjata tajam seperti celurit, corbek, hingga bambu. Insiden ini memakan dua korban, yakni FI (20) yang mengalami luka bacok di bagian kaki, serta ND (19) yang juga menderita luka sabetan senjata tajam. Keduanya saat ini dilaporkan tengah dalam masa pemulihan medis.
Tiga Pelajar SMK Jadi Tersangka
Hasil pengembangan penyelidikan menyeret tiga remaja yang ironisnya masih berstatus pelajar aktif di salah satu SMK di Kabupaten Batang. Ketiganya memiliki peran berbeda dalam aksi berdarah tersebut:
- MS (17): Pelajar kelas XI, kedapatan membawa senjata tajam jenis corbek.
- AC (17): Pelajar kelas X, pelaku pembacokan terhadap korban FI menggunakan celurit.
- AK (16): Pelajar kelas X, berperan sebagai penyedia dan penyimpan senjata tajam.
Polisi menyita barang bukti berupa satu celurit dan satu corbek dari tangan para tersangka.
