RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Transformasi digital yang melesat di dunia pendidikan menuntut para pendidik untuk tidak berhenti di satu titik. Menyadari tantangan tersebut, ratusan guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, beralih peran menjadi peserta didik dalam peringatan Hari Belajar Guru 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Lingkar Pena ini digelar di Aula SMKN 1 Kandeman pada Rabu (11/2/2026). Forum ini dirancang sebagai wadah refleksi sekaligus peningkatan kapasitas pedagogik dan literasi digital para guru di tengah gempuran teknologi pembelajaran yang kian canggih.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Bambang Suryantoro Soedibyo, menekankan bahwa filosofi pembelajar sepanjang hayat wajib melekat pada setiap sosok guru di Batang.
Baca Juga:Pengawasan Makan Bergizi Gratis di Kendal Diperketat, BGN Minta Puskesmas Rutin Sidak Dapur PelayananNelayan yang Tenggelam di Sungai Sambong Batang Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Roban Barat
“Kegiatan ini sangat positif karena guru bisa saling berbagi pengalaman antar sekolah, bertukar informasi, dan memunculkan inovasi baru. Hari Belajar Guru penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Batang. Proses belajar itu tidak pernah berhenti,” ujar Bambang Suryantoro Soedibyo, Rabu.
Menutup Celah Kesenjangan Pengetahuan
Bambang mengingatkan agar jangan sampai terjadi fenomena di mana murid lebih cepat menguasai teknologi dibandingkan gurunya. Hal ini menjadi krusial dalam mengawal kebijakan kurikulum baru maupun metode pembelajaran berbasis platform digital.
“Yang belajar bukan hanya siswa. Guru juga harus terus belajar. Jangan sampai muridnya sudah paham, tapi gurunya belum. Kita harus mampu mengimbangi perkembangan zaman agar proses transfer ilmu berjalan maksimal,” tegasnya secara lugas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Batang, M. Arief Rohman, memaparkan data bahwa ekosistem pendidik di Batang saat ini memiliki potensi besar. Dari total sekitar 5.000 guru, 70 persen di antaranya merupakan guru muda yang memiliki energi tinggi untuk beradaptasi dengan teknologi. Sementara itu, 98 persen guru di Batang tercatat sudah memiliki sertifikat pendidik.
Mengejar Ketertinggalan Literasi Teknologi
Dampak nyata dari pelatihan ini dirasakan oleh para peserta, salah satunya Isnaini Imaniah (30), guru PAI dari SDN Posong 01. Ia mengaku antusias mendalami materi mengenai kurikulum terbaru dan implementasi perangkat digital dalam kelas.
