RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) terus tancap gas menjaga keberlangsungan objek wisata pesisir. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digarap adalah restorasi besar-besaran di kawasan Mangrove Park, Pekalongan Utara.
Upaya ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan ancaman banjir rob yang kerap melanda wilayah utara. Kolaborasi apik dijalin dengan berbagai pihak, termasuk lembaga Kemitraan, untuk memastikan program reboisasi ini berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Retno Purnomo yang akrab disapa Ipung, menjelaskan bahwa restorasi ini memanfaatkan dampak positif dari pembangunan breakwater atau pemecah gelombang yang telah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga:Pengawasan Makan Bergizi Gratis di Kendal Diperketat, BGN Minta Puskesmas Rutin Sidak Dapur PelayananNelayan yang Tenggelam di Sungai Sambong Batang Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Roban Barat
“Restorasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus menjaga fungsi ekologis Mangrove Park sebagai destinasi wisata alam. Pembangunan breakwater terbukti memberikan dampak positif dengan terbentuknya timbunan tanah baru yang potensial ditanami kembali,” ujar Ipung saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).
Perbaikan Fasilitas di Pantai Pasir Kencana dan Slamaran
Tak hanya fokus pada isu lingkungan, Dinparbudpora juga bergerak cepat (gercep) menangani kerusakan infrastruktur wisata akibat terjangan angin kencang dan ombak besar. Beberapa titik vital yang kini dalam tahap perbaikan antara lain pintu masuk Pantai Slamaran yang sempat ambruk, serta atap lapak pedagang di Zona 9 Pantai Pasir Kencana.
Ipung menambahkan, pembangunan tanggul penahan banjir yang digarap pemerintah sangat membantu dalam menjaga akses menuju lokasi wisata tetap lancar meskipun cuaca sedang tidak bersahabat.
“Kami menyadari bahwa kunjungan wisatawan sedikit terkendala akibat hujan. Namun demikian, seluruh objek wisata tetap kami operasikan secara maksimal. Kami memastikan pemanfaatan anggaran pemeliharaan dilakukan berdasarkan skala prioritas demi kenyamanan wisatawan,” tegasnya secara lugas.
Persiapan Matang Jelang Libur Lebaran
Menjelang musim libur Lebaran 2026, pembenahan destinasi wisata pesisir menjadi agenda prioritas. Dinparbudpora ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana siap menyambut lonjakan pengunjung. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi di Mangrove Park dan pantai-pantai sekitarnya.
