Langkah Pasti ke Jepang, 20 Siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja Kendal Jalani Medical Check Up Internasional

Langkah Pasti ke Jepang, 20 Siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja Kendal Jalani Medical Check Up Internasional
ABDUL GHOFUR CHECK UP - Sebanyak 20 siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Boja bersama pembimbing berpose usai mengikuti Medical Check Up (MCU) di Klinik Utama Pratama Semarang, Rabu (11/2/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Mimpi para pelajar SMK di Kabupaten Kendal untuk merambah dunia kerja internasional semakin dekat. Sebanyak 20 siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Boja resmi menjalani prosesi Medical Check Up (MCU) di Klinik Utama Pratama Semarang sebagai prasyarat utama keberangkatan kerja ke Jepang, Rabu (11/2/2026).

Pemeriksaan kesehatan menyeluruh ini mencakup cek laboratorium, rontgen paru-paru, hingga tes bebas narkoba. Langkah ini diambil guna memastikan para siswa memiliki fisik dan mental yang tangguh sebelum diterjunkan ke industri Negeri Sakura yang dikenal memiliki standar kedisiplinan tinggi.

SMK Muhammadiyah 2 Boja, yang kini berstatus sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), menjalankan mandat langsung dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui International Class Program (ICP). Program magang dan kerja ke Jepang ini menjadi salah satu pilar strategis sekolah dalam mencetak lulusan yang kompetitif di pasar global.

Baca Juga:Pengawasan Makan Bergizi Gratis di Kendal Diperketat, BGN Minta Puskesmas Rutin Sidak Dapur PelayananNelayan yang Tenggelam di Sungai Sambong Batang Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Roban Barat

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, menegaskan bahwa MCU adalah gerbang awal yang wajib dilalui siswa agar proses adaptasi di Jepang tidak terkendala masalah kesehatan.

“MCU ini adalah tahapan wajib sebelum siswa diberangkatkan ke Jepang. Kami ingin memastikan mereka benar-benar sehat, siap bekerja, dan mampu beradaptasi dengan budaya serta tuntutan kerja di sana. Program ini tidak hanya mengejar penempatan kerja, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan etos kerja yang kuat,” ujar Nur Khirin, Rabu.

Persiapan Matang: Bahasa dan Budaya

Proses pengiriman tenaga kerja ini dilakukan secara profesional melalui kemitraan strategis. Pembimbing program, Reyndra Alala, menjelaskan bahwa hasil kesehatan yang keluar nantinya akan menentukan langkah siswa ke tahap wawancara dengan perusahaan Jepang (user) dan pengurusan visa kerja.

“Jika hasil kesehatan memenuhi standar, siswa bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Para siswa telah dibekali pelatihan bahasa Jepang, pembinaan mental, serta pemahaman budaya kerja sejak awal mengikuti program,” jelas Reyndra.

Antusiasme tinggi tampak dari para peserta, salah satunya Galih Pratama. Siswa kelas XI ini mengaku telah melakukan persiapan ekstra, mulai dari menjaga pola makan hingga rutin belajar bahasa Jepang agar bisa lolos seleksi.

0 Komentar