“Sejak awal saya sudah menyiapkan diri, mulai dari belajar bahasa Jepang sampai menjaga kesehatan. MCU ini memang menegangkan, tapi juga membuat saya semakin termotivasi. Saya berharap ini jadi jalan untuk meningkatkan keterampilan dan membantu ekonomi keluarga,” ungkap Galih dengan penuh semangat.
Melalui program ICP ini, SMK Muhammadiyah 2 Boja membuktikan komitmennya dalam memutus mata rantai pengangguran dengan membuka akses seluas-luasnya bagi siswa untuk berkarier di mancanegara, sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah industri internasional. (fur)
