Tekan Laju Penduduk, Pemkot Pekalongan dan Muslimat NU Gelar Pelayanan KB Gratis di Empat Kecamatan

Tekan Laju Penduduk, Pemkot Pekalongan dan Muslimat NU Gelar Pelayanan KB Gratis di Empat Kecamatan
ISTIMEWA PELAYANAN KB - Dinsos-P2KB menggandeng Muslimat NU melaksanakan pelayanan KB serentak gratis.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) resmi menjalin sinergi dengan Muslimat NU untuk menyelenggarakan pelayanan KB serentak secara gratis. Kegiatan ini digelar selama dua hari, yakni 10-11 Februari 2026, sebagai bagian dari peringatan Bulan Bhakti Harlah Muslimat NU.

Layanan kesehatan ini menyasar masyarakat di seluruh penjuru Kota Batik melalui berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga Praktik Mandiri Bidan (PMB). Inisiatif ini mendapatkan respons positif dari warga yang ingin mendapatkan akses kontrasepsi berkualitas tanpa terbebani biaya.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kabid P2KB) Kota Pekalongan, Suprobo, menjelaskan bahwa pemetaan layanan dilakukan secara merata di empat kecamatan untuk memastikan keterjangkauan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:BGN Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Pekalongan, Letjen Dadang Soroti Infrastruktur SPPG dan Sertifikasi HalPengawasan Makan Bergizi Gratis di Kendal Diperketat, BGN Minta Puskesmas Rutin Sidak Dapur Pelayanan

“Pelayanan ini dilaksanakan di Kecamatan Pekalongan Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Masing-masing kecamatan memiliki beberapa titik layanan. Antusias masyarakat sangat tinggi. Banyak yang berminat karena pelayanan ini gratis dan mudah dijangkau,” ujar Suprobo saat melakukan pemantauan di Puskesmas Medono, Kamis (12/2/2026).

Target Akseptor dan Jenis Kontrasepsi

Pemerintah menargetkan sasaran yang cukup ambisius dalam program kali ini, yaitu 344 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), 134 akseptor non-MKJP, serta 78 peserta KB pascapersalinan (KBPP). Berbagai jenis layanan disediakan, mulai dari IUD, implan, hingga Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP).

Suprobo berharap momentum ini menjadi batu loncatan untuk memperluas jangkauan edukasi keluarga berencana di masa mendatang.

“Harapannya, ke depan kita bisa melaksanakan pelayanan KB dengan lebih mudah dan mendapatkan akseptor yang lebih banyak untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk,” tambahnya secara lugas.

Rangkaian Harlah Muslimat NU

Perwakilan Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU, Nanik Fuad, menyebutkan bahwa agenda ini merupakan pembuka dari rangkaian besar peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU yang puncaknya akan berlangsung pada Maret hingga April mendatang. Fokus utama organisasi adalah berkontribusi nyata pada kesejahteraan keluarga melalui perencanaan yang matang.

“Dalam rangka harlah Muslimat NU, kami melaksanakan berbagai kegiatan, salah satunya pelayanan KB serentak. Target kami adalah mendapatkan calon akseptor sebanyak-banyaknya untuk membantu mengendalikan jumlah penduduk di Kota Pekalongan,” jelas Nanik Fuad.

0 Komentar