Transformasi MI Salafiyah Ngalian Tirto, 58 Tahun Menjaga Tradisi Salaf dan Menguasai Teknologi

Transformasi MI Salafiyah Ngalian Tirto, 58 Tahun Menjaga Tradisi Salaf dan Menguasai Teknologi
MALEKHA KEGIATAN - Siswa MIS Ngalian dalam suatu kegiatan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Menapaki usia ke-58 tahun, MI Salafiyah (MIS) Ngalian di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menunjukkan transformasi signifikan dalam dunia pendidikan. Madrasah ini berhasil membuktikan bahwa usia matang bukan menjadi penghalang untuk tetap adaptif terhadap tuntutan zaman yang kian dinamis dan serba digital.

Perubahan mendasar terlihat jelas pada pengembangan infrastruktur. Saat ini, MIS Ngalian telah memiliki fasilitas ruang kelas yang representatif, nyaman, dan dilengkapi dengan sarana penunjang belajar modern. Komitmen ini diambil demi menciptakan ekosistem pendidikan berkualitas bagi masyarakat di wilayah pesisir Pekalongan.

Kepala MIS Ngalian Tirto, Ella Maryana, mengungkapkan bahwa modernisasi fasilitas dan kurikulum ini berkorelasi positif terhadap lonjakan prestasi siswa di berbagai ajang, baik akademik maupun non-akademik.

Baca Juga:Nelayan yang Tenggelam di Sungai Sambong Batang Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Roban BaratSopir Ambulans Desa di Pekalongan Digembleng Safety Driving, Polisi: Nyawa Pasien dan Keamanan Utama

“Kami terus berupaya memberikan yang terbaik. Kepercayaan masyarakat adalah amanah, dan itu tercermin dari jumlah pendaftar yang stabil dan bahkan cenderung meningkat setiap tahunnya,” ujar Ella Maryana saat ditemui di lingkungan madrasah, Kamis (12/2/2026).

Sinergi Nilai Salaf dan Modernitas

Kunci utama kekuatan MIS Ngalian terletak pada inovasi kurikulum yang unik. Madrasah ini tetap memegang teguh nilai-nilai salaf (tradisional-religius) sebagai akar pondasi karakter siswa, namun secara bersamaan mengintegrasikannya dengan sains serta Teknologi Informasi (IT).

Dengan pendekatan ini, para siswa tidak hanya dibekali dengan ilmu agama yang mumpuni khas madrasah, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam penguasaan perangkat digital. Keseimbangan ini dinilai krusial untuk mencetak generasi yang memiliki akhlakul karimah sekaligus kecakapan teknis masa depan.

“Kami ingin membuktikan bahwa madrasah bisa melahirkan siswa yang mahir teknologi tanpa meninggalkan identitas religiusnya. Perpaduan antara nilai salaf dan tuntutan modernitas inilah yang menjadikan lulusan kami lebih kompetitif,” tambah Ella secara lugas.

Pilihan Utama Masyarakat Tirto

Transformasi MIS Ngalian juga berdampak pada tingginya animo masyarakat sekitar. Dengan fasilitas yang terus diperbarui dan prestasi yang konsisten hingga tingkat regional, madrasah ini kian kokoh sebagai institusi pendidikan pilihan utama.

Kehadiran MI Salafiyah Ngalian seolah menjawab kegelisahan orang tua yang menginginkan pendidikan terbaik bagi anak mereka: tempat di mana iman dipupuk, namun pengetahuan teknologi tetap diasah secara tajam. Di bawah kepemimpinan Ella Maryana, madrasah ini optimistis akan terus menjadi pilar pendidikan karakter di Kabupaten Pekalongan. (mal)

0 Komentar