“Memang ada harapan warga untuk langsung mendapatkan huntap, tetapi kami sampaikan ini masih huntara. Harapannya lahan dari Perhutani bisa dilepas untuk warga, dan lahan lama yang sangat riskan tidak lagi dihuni,” imbuhnya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah KK yang harus direlokasi membengkak menjadi 28 KK dari yang semula hanya 14 KK. Tim gabungan memastikan seluruh warga terdampak telah menyatakan kesediaannya untuk pindah ke huntara demi keselamatan bersama. BPBD berkomitmen akan terus mengawal proses ini hingga seluruh warga Pranten mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman dari ancaman longsor. (nov)
