“Kehidupan harus tetap berjalan. Jadi sementara kita alihkan ke pelabuhan niaga. Selama belum ada kolam tambat labuh, ya pendangkalan akan terus ada,” tegas Agung.
Menurutnya, solusi permanen untuk masalah ini adalah pembangunan kolam tambat labuh yang memadai agar kapal nelayan tidak lagi bergantung pada alur sungai yang fluktuatif. Menjelang musim Lebaran, di mana aktivitas melaut biasanya meningkat tajam, Dislutkan berkomitmen untuk terus memaksimalkan pengerukan agar akses nelayan kembali normal. (fel)
