Berbeda dengan kawasan Wonopringgo, di sepanjang Jalan Laksamana Yos Sudarso justru didominasi oleh jajanan yang menyasar kalangan anak muda. Gerobak-gerobak pedagang yang biasanya berkeliling, pada sore hari selama bulan Ramadan umumnya memilih menetap dan berjualan di sepanjang jalan tersebut.
Jajanan yang biasanya ditemui yaitu pempek, batagor, siomay, seblak, bakso tusuk, cilok, crepes, tahu gejrot, kebab, burger, dan masih banyak lainnya.
3. Kawasan Pujasera Sragi
Selanjutnya ada di Kawasan Pujasera Sragi juga menjadi surganya para pemburu takjil. Sama juga seperti di jalan Laksamana Yos Sudarso, kawasan ini juga telah dikenal sebagai sentra jajanan pada hari-hari biasa.Perbedaannya, kawasan Pujasera Sragi tidak sepanjang Jalan Laksamana Yos Sudarso. Para penjual takjil hanya terkonsentrasi di sekitar area pertigaan, sehingga kemacetan lalu lintas sering kali sulit dihindari.jika pun ada penjual takjil di jalan-jalan menuju kawasan ini, jumlahnya tidak banyak.Beragam jajanan dapat ditemukan di Kawasan Pujasera Sragi, di antaranya tahu gejrot, kebab, kue pukis, siomay, batagor, pempek, aneka gorengan, teci, sempolan, serta berbagai pilihan lainnya.
Baca Juga:5 Oleh-Oleh Unik Khas Rembang untuk Bekal Mudik LebaranRekomendasi 6 Oleh-Oleh Unik Khas Pekalongan, Perpaduan Tradisi dan Inovasi Lokal
4. Jalan Raya Capgawen-Kwayangan Kedungwuni
Selanjutnya adalah Jalan Raya Capgawen-Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni. Sulit untuk menyangkal bahwa kawasan ini benar-benar menjadi surga bagi para pencari takjil, tempat di mana berbagai jenis makanan ringan dan camilan khas Ramadan tersedia dengan sangat lengkap, sehingga siapa pun yang datang ke sini akan dimanjakan oleh beragam pilihan takjil yang ada.
Posisinya yang dekat dengan Pasar Kedungwuni, dan sekolah, serta berada di jalur utama perdagangan, menjadikan kawasan ini hampir selalu ramai dan tidak pernah sepi, bahkan ketika bukan musim Ramadan, karena aktivitas warga dan arus perdagangan terus berlangsung sepanjang waktu.
Pada bulan Ramadan, kemungkinan besar jalan ini akan selalu mengalami kemacetan. Para penjual jajanan baru mulai bermunculan untuk menyambut ramainya pengunjung, sementara pedagang lama tetap membuka dagangannya seperti biasa. Beragam pilihan takjil tersedia di sini, mencakup mulai dari jajanan tradisional yang sudah dikenal sejak lama hingga makanan ringan yang sedang populer di kalangan anak muda.
