RADARPEKALONGAN.ID – Harga emas makin melemah dalam beberapa hari terakhir dan memicu pertanyaan besar di kalangan investor apakah ini tanda inflasi mulai jinak.
Namun faktanya, pelemahan emas saat ini bukan disebabkan inflasi yang benar-benar mereda, melainkan lebih dipicu faktor moneter global seperti penguatan dolar AS dan aksi ambil untung setelah reli panjang.
Pada 17 Februari 2026, harga emas global turun ke kisaran US$4.919 per ons. Di dalam negeri, emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam berada di Rp2.918.000 per gram.
Baca Juga:Harga Emas Turun Kurang dari US$ 5.000 Per Ons Ini Penyebab dan Dampaknya ke Antam UBS Galeri24Tahun Baru Imlek Harga Emas Perhiasan Hartadinata Hari Ini Stabil! Ini Daftar Lengkap Semua Kadar!
Penurunan ini terjadi di tengah inflasi Indonesia Januari 2026 yang tercatat 3,55 persen secara tahunan, dengan inflasi inti 2,45 persen yang masih dinilai terkendali oleh Bank Indonesia.
Harga Emas Makin Melemah Dipicu Faktor Moneter
Harga emas makin melemah terutama karena tekanan dari penguatan dolar AS, dengan indeks DXY berada di atas 105.
Saat dolar menguat, harga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih mahal bagi investor luar AS sehingga permintaan berkurang.
Selain itu, aksi profit taking juga terjadi setelah emas mencatat reli besar dan sempat berada di area overbought dengan indikator RSI di atas 70. Kondisi ini mendorong koreksi teknikal yang wajar.
Faktor lain yang memengaruhi:
- Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama
- Nominasi pejabat The Fed yang hawkish
- Real yield obligasi yang tetap positif
- Investor beralih ke aset beryield seperti saham dan obligasi
Dengan kombinasi faktor tersebut, harga emas makin melemah meski inflasi belum sepenuhnya reda.
Hubungan Inflasi dan Harga Emas
Secara historis, emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketika inflasi tinggi, daya beli mata uang fiat tergerus dan investor beralih ke emas untuk menjaga nilai riil kekayaan.
Contohnya pada 2022 saat inflasi AS menyentuh 9 persen, harga emas mengalami reli signifikan.
Baca Juga:Harga Emas UBS Hari Ini 17 Februari 2026 Terbaru! Lengkap Jual dan Buybacknya!Harga Emas Galeri24 Hari Ini 17 Februari 2026 Terbaru dan Terengkap! Ini Rincian Jual dan Buybacknya!
Bahkan sejumlah analis global memprediksi harga emas bisa menembus US$4.000 per ons pada 2026 jika inflasi persisten.
Namun dalam jangka pendek, hubungan tersebut tidak selalu linear. Harga emas makin melemah bisa saja terjadi meskipun inflasi masih ada, terutama jika:
