Harga Emas Turun Kurang dari US$ 5.000 Per Ons Ini Penyebab dan Dampaknya ke Antam UBS Galeri24

harga emas turun kurang dari US$ 5.000 per ons
harga emas turun kurang dari US$ 5.000 per ons / sumber freepik.com
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID – Harga emas turun kurang dari US$ 5.000 per ons menjadi sorotan pasar global pada 17 Februari 2026 setelah menyentuh kisaran sekitar US$4.919 per ons.

Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya emas mencetak reli kuat hingga mendekati level psikologis US$5.000 per ons.

Koreksi harga emas global ini langsung berdampak pada pasar domestik, termasuk produk dari PT Aneka Tambang Tbk, UBS, dan Galeri 24.

Baca Juga:Tahun Baru Imlek Harga Emas Perhiasan Hartadinata Hari Ini Stabil! Ini Daftar Lengkap Semua Kadar!Harga Emas UBS Hari Ini 17 Februari 2026 Terbaru! Lengkap Jual dan Buybacknya!

Harga Emas Turun Kurang dari US$ 5.000 Per Ons Dipicu Faktor Global

Harga emas turun kurang dari US$ 5.000 per ons tidak terjadi tanpa sebab. Ada sejumlah faktor global yang memicu pelemahan ini, di antaranya:

  • Penguatan dolar AS dengan indeks DXY di atas 105
  • Aksi profit taking masif setelah reli rekor
  • Nominasi Kevin Warsh yang dikenal hawkish sebagai Ketua The Fed oleh Donald Trump
  • Data pasar kerja AS yang tetap kuat
  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga yang semakin berkurang
  • Likuiditas rendah karena libur Imlek di China
  • Meredanya ketegangan geopolitik termasuk pembicaraan AS dan Iran

Kombinasi faktor tersebut membuat investor global cenderung mengambil keuntungan dan mengurangi posisi emas dalam jangka pendek.

Dampak ke Harga Emas di Indonesia

Sejalan dengan harga emas turun kurang dari US$ 5.000 per ons, harga emas batangan di Indonesia juga ikut terkoreksi pada 17 Februari 2026 pukul 09.00 WIB.

Berikut update harga 1 gram:

  • Antam: Rp2.918.000 | Buyback Rp2.706.000 | Turun Rp22.000
  • UBS: Rp2.993.000 | Buyback sekitar Rp2.728.000 | Turun ringan
  • Galeri24: Rp2.938.000 | Buyback sekitar Rp2.728.000 | Stabil atau turun kecil

Harga emas Antam bahkan sudah turun di bawah Rp3 juta per gram. Penurunan ini mencerminkan tekanan global yang sedang terjadi di pasar komoditas.

Secara spot, harga emas tercatat sekitar US$4.988 per ons atau turun sekitar 0,06 persen, menandakan tekanan masih berlanjut meski dalam skala terbatas.

Apakah Ini Tanda Tren Bearish

Meski harga emas turun kurang dari US$ 5.000 per ons, belum tentu ini menjadi awal tren bearish jangka panjang. Dalam sejarahnya, emas sering mengalami koreksi setelah reli tajam.

Beberapa analis melihat penurunan ini sebagai:

0 Komentar