- Koreksi sehat setelah kenaikan ekstrem
- Penyesuaian akibat dolar yang menguat
- Reaksi pasar terhadap kebijakan moneter ketat
Jika tekanan suku bunga tetap tinggi, emas memang bisa tertahan. Namun jika ke depan ada sinyal pelonggaran kebijakan, harga emas berpotensi kembali menguat.
Peluang untuk Investor Jangka Panjang
Bagi investor jangka panjang, harga emas turun kurang dari US$ 5.000 per ons justru bisa menjadi peluang akumulasi.
Penurunan harga domestik yang mengikuti tren global membuka kesempatan beli di level lebih rendah.
Strategi yang bisa dipertimbangkan:
Baca Juga:Tahun Baru Imlek Harga Emas Perhiasan Hartadinata Hari Ini Stabil! Ini Daftar Lengkap Semua Kadar!Harga Emas UBS Hari Ini 17 Februari 2026 Terbaru! Lengkap Jual dan Buybacknya!
- Beli bertahap untuk mengurangi risiko
- Fokus pada emas batangan bersertifikat
- Pantau pergerakan dolar AS dan kebijakan The Fed
- Jangan panik pada fluktuasi harian
Emas tetap dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, koreksi jangka pendek sering kali dimanfaatkan investor untuk menambah kepemilikan.
Harga emas turun kurang dari US$ 5.000 per ons ke kisaran US$4.919 menjadi momen penting bagi pasar global pada 17 Februari 2026.
Penguatan dolar AS, aksi ambil untung, dan ekspektasi suku bunga tinggi menjadi pemicu utama pelemahan ini.
Di dalam negeri, harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 ikut terkoreksi mengikuti pergerakan global.
Meski demikian, harga emas turun kurang dari US$ 5.000 per ons bisa menjadi peluang strategis bagi kamu yang berinvestasi jangka panjang dan memahami dinamika pasar secara menyeluruh.
