Bupati Kendal Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Korban Banjir Ngampel, Warga Berharap Peninggian Jalan Segera Cair

Bupati Kendal Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Korban Banjir Ngampel, Warga Berharap Peninggian Jalan Segera Cair
ABDUL GHOFUR BANTUAN - Warga Dukuh Sudikampir yang rumahnya terendam banjir menerima bantuan beras, Senin (16/2/2026) sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat pasca banjir.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, bergerak cepat merespons bencana banjir yang merendam ratusan rumah di Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Pada Senin (16/2/2026), orang nomor satu di Kendal tersebut turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan pangan sekaligus meninjau kondisi warga yang terisolasi genangan air.

Empat desa yang menjadi sasaran kunjungan adalah Desa Sudipayung, Dempelrejo, Ngampel Kulon, dan Banyuurip. Sebanyak 2,5 ton beras dari skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) digelontorkan untuk meringankan beban warga yang aktivitas ekonominya lumpuh total akibat banjir sejak Minggu malam.

Bupati Dyah Kartika menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana adalah bukti tanggung jawab moral dan administratif terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Baca Juga:Teror Penembakan Rumah Tokoh di Kedungwuni, Labfor Polda Jateng Selidiki Proyektil di Lokasi KejadianWakil Ketua DPRD Batang Jadi Korban Phishing APK, Saldo Tabungan Rp 1,3 Miliar di Bank Pelat Merah Raib

“Kami hadir sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian. Bantuan ini disalurkan sesuai data desa untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan haknya. Kami terus berupaya agar penanganan dampak banjir dilakukan secara terpadu,” tegas Bupati Dyah Kartika saat menyerahkan bantuan di Desa Sudipayung.

Simbol Kehadiran Pemerintah di Tengah Genangan

Menariknya, di Desa Sudipayung, penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi terdampak yang masih terendam air dengan ketinggian mencapai 60 hingga 110 sentimeter. Lokasi RW 5 desa setempat menjadi titik terparah karena letaknya yang rendah dan berbatasan langsung dengan aliran Sungai Blorong.

Kepala Desa Sudipayung, Yusuf, menyebutkan bahwa wilayahnya memang menjadi langganan banjir kiriman setiap musim hujan tiba. Ia pun menyampaikan aspirasi warga yang menginginkan solusi permanen berupa infrastruktur.

“Wilayah ini paling rendah dan langsung berbatasan dengan sungai. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat pemerintah daerah. Harapan kami, pemerintah segera merealisasikan peninggian jalan sepanjang 700 meter serta melanjutkan pembangunan tanggul hingga ke hilir,” harap Yusuf.

Lumpuhnya Ekonomi Warga

Dampak banjir sangat dirasakan oleh para pelaku usaha kecil. Rubiyati, seorang pedagang sate keliling di Desa Sudipayung, mengaku kehilangan mata pencaharian utamanya selama jalanan tergenang air.

“Bantuan beras ini sangat membantu bagi kami. Saya pedagang sate keliling, saat banjir seperti ini usaha berhenti total karena jalan tergenang dan pelanggan tidak bisa lewat,” tuturnya lirih.

0 Komentar