RADARPEKALONGAN.ID, SRAGI – Cuaca ekstrem kembali memicu musibah di wilayah Kabupaten Pekalongan. Akibat dihantam hujan deras disertai angin kencang, dua rumah warga di Dukuh Babadan Utara, Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi, dilaporkan roboh hingga rata dengan tanah pada Minggu (15/2/2026) malam.
Dua bangunan yang terdampak parah tersebut diketahui milik Kamiludin (54) dan Turyono (62). Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah-rumah tersebut juga menjadi tumpuan ekonomi warga. Rumah Kamiludin digunakan untuk usaha pembuatan tahu, sementara rumah Turyono merupakan tempat usaha bakso.
Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, mengonfirmasi bahwa timnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab ambruknya bangunan tersebut.
Baca Juga:Makmur Mustofa Kembali Nahkodai DPD PAN Kota Pekalongan, Targetkan Empat Kursi DPRD di Pemilu 2029Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Sidak KITB: Awasi Pembayaran THR 2026 dan Sanksi Tegas Perusahaan Bandel
“Anggota kami sudah cek TKP pagi tadi. Dugaan kuat karena hujan deras dan angin kencang yang terjadi sejak Minggu malam. Akibat hujan deras itu, dua rumah warga di Desa Bulaksari mengalami kerusakan parah hingga akhirnya roboh,” ujar AKP Turkhan, Senin (16/2/2026).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, wilayah Sragi diguyur hujan lebat tanpa henti sejak Minggu malam. Derasnya air hujan yang terus menerus membasahi bangunan ditambah terpaan angin kencang diduga membuat struktur bangunan yang mulai menua menjadi rapuh.
Struktur bangunan yang tak lagi kuat menahan beban air dan tekanan angin akhirnya ambruk secara tiba-tiba. Beruntung, kewaspadaan pemilik rumah menjadi penyelamat dalam musibah ini.
“Alhamdulillah, untuk korban jiwa nihil. Beruntung saat kejadian berlangsung, penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah ini,” tegas AKP Turkhan melegakan.
Kerugian Materiil dan Imbauan Polisi
Meski selamat, kedua korban harus menanggung kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Mengingat status bangunan yang rusak total, total kerugian diperkirakan menyentuh angka puluhan juta rupiah.
“Namun, kerugian materiil yang dialami kedua korban cukup besar karena kerusakan bangunan tergolong parah. Estimasi kerugian mencapai kurang lebih Rp30 juta,” jelasnya secara rinci.
Menyikapi intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah “Kota Santri”, pihak Kepolisian Sektor Sragi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di bangunan dengan struktur kayu yang sudah lapuk.
