Diplomasi Religi dan Kemanusiaan
Pertemuan ini diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi kerja sama lintas negara yang lebih luas. Setelah Pekalongan, direncanakan akan ada pertukaran kunjungan antara mursyid dari Uzbekistan, Iran, Jerman, dan Irak dengan berbagai pesantren di Indonesia untuk memperkuat bidang pendidikan dan dakwah.
Saat ini, jaringan internasional tersebut tengah membangun basis di Jerman, India, hingga Kosovo. Kehadiran para ulama dunia di “Kota Batik” ini diharapkan tidak hanya memperkuat sisi spiritual, tetapi juga menjaga ukhuwah Islamiyah serta stabilitas kedamaian global.
“Harapan kami, dialog ini menjadi jalan persatuan thariqah dunia dan membawa manfaat bagi umat. Kami ingin memposisikan pesantren Indonesia sebagai mitra strategis jaringan ulama Timur Tengah dan Eropa,” pungkas KH Syaifuddin. (way)
