RADARPEKALONGAN.ID, WIRADESA – Menandai perjalanan panjang hampir setengah abad, SMP Negeri 1 Wiradesa menggelar perayaan Dies Natalis ke-47 yang dipadukan dengan perhelatan Edu Expo 2026. Acara yang berlangsung meriah selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (13-14 Februari 2026), menjadi bukti eksistensi sekolah dalam merajut prestasi di Kabupaten Pekalongan.
Mengusung tema “Kuatkan Kolaborasi Merajut Prestasi, Demi Sinergi Membangun Negeri”, rangkaian acara ini tidak hanya sekadar seremonial. Sekolah berupaya mempererat hubungan antara guru, siswa, serta lembaga pendidikan lanjutan guna membekali para murid menghadapi tantangan masa depan.
Kepala SMPN 1 Wiradesa, Bapak Mukhidin, menegaskan bahwa bertambahnya usia sekolah harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama agar institusi tetap relevan di tengah dinamika kebijakan pendidikan yang terus berkembang.
Baca Juga:Teror Penembakan Rumah Tokoh di Kedungwuni, Labfor Polda Jateng Selidiki Proyektil di Lokasi KejadianWakil Ketua DPRD Batang Jadi Korban Phishing APK, Saldo Tabungan Rp 1,3 Miliar di Bank Pelat Merah Raib
“Dengan bertambahnya usia SMP Negeri 1 Wiradesa, kami berharap sekolah dapat semakin berkontribusi secara nyata. Fokus kami adalah memberikan pelayanan pendidikan yang jauh lebih baik melalui kolaborasi erat dengan para pemangku kepentingan,” ujar Mukhidin di sela-sela kemeriahan acara.
Edu Expo: Jembatan Menuju Pendidikan Lanjutan
Puncak peringatan pada hari Sabtu diisi dengan Edu Expo 2026. Dalam pameran pendidikan ini, SMPN 1 Wiradesa menggandeng 11 SMA/SMK dari wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan. Kehadiran berbagai sekolah menengah ini bertujuan memberikan wawasan luas bagi siswa kelas IX dalam memilih jalur pendidikan setelah lulus nanti.
Selain pameran pendidikan, kemeriahan HUT juga diwarnai dengan aksi kebersamaan seperti jalan sehat, lomba sambung lirik antar-guru, serta turnamen futsal dan voli. Pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas daya tahan sekolah dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat selama 47 tahun terakhir.
Komitmen di Tengah Sistem Zonasi
Meskipun tantangan dunia pendidikan berubah, mulai dari dihapusnya status RSBI hingga pemberlakuan sistem zonasi, SMPN 1 Wiradesa tetap konsisten mencetak prestasi. Mukhidin optimistis bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang siswa saat masuk, melainkan bagaimana proses pendidikan dijalankan di sekolah.
“Harapan kami, apapun input siswa yang kami terima melalui zonasi, akan kami didik sebaik mungkin. Targetnya adalah mencetak lulusan yang mandiri, kuat, berkarakter, dan berprestasi di segala bidang, baik itu sains, olahraga, maupun seni budaya. Itulah modal utama agar anak-anak kita lebih maju di masa depan,” tambahnya secara optimistis.
