RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ratusan atlet dari berbagai kalangan usia memadati GOR Unikal Kota Pekalongan untuk berlaga dalam Kejuaraan Esports Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan Tahun 2026, Senin, 16 Februari 2026. Turnamen bergengsi ini menjadi tonggak penting dalam pembinaan sekaligus pencarian bibit unggul atlet digital di Kota Batik.
Sebanyak 288 peserta tercatat ikut serta dalam kompetisi yang mempertandingkan tiga kategori populer, yakni Mobile Legends, Free Fire, dan E-football Console PS5. Antusiasme tinggi terlihat dari keberagaman usia peserta, mulai dari pelajar SMP berusia 13 tahun hingga peserta dewasa berumur 45 tahun.
Ketua ESI Kota Pekalongan, Fuhuluddin, menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan ruang terbuka bagi seluruh masyarakat untuk menyalurkan bakat di dunia gim kompetitif ke arah yang lebih produktif.
Baca Juga:Teror Penembakan Rumah Tokoh di Kedungwuni, Labfor Polda Jateng Selidiki Proyektil di Lokasi KejadianWakil Ketua DPRD Batang Jadi Korban Phishing APK, Saldo Tabungan Rp 1,3 Miliar di Bank Pelat Merah Raib
“Ada sekitar 288 orang pesertanya se-Kota Pekalongan. Tadi ada yang termuda dan tertua, memang kita buka seluas-luasnya. Di samping mencari dan mengejar prestasi, kita juga mencoba mengarahkan kepada hal-hal yang positif, khususnya untuk warga Kota Pekalongan,” ujar Fuhuluddin usai membuka kegiatan, Senin.
Persiapan Menuju Porprov Semarang Raya
Ajang ini menyediakan total hadiah senilai Rp 10 juta sebagai bentuk dukungan langsung dari pimpinan legislatif. Fuhuluddin menambahkan bahwa kejuaraan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak atlet yang mampu bersaing di level provinsi hingga internasional.
Dukungan senada datang dari Ketua KONI Kota Pekalongan, Edywan. Ia menilai keterlibatan DPRD menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri olahraga elektronik (Esports) di daerah. Terlebih, cabang olahraga ini sedang dipersiapkan untuk menghadapi Porprov Semarang Raya.
“Saya selaku Ketua KONI sangat apresiasi dan mendukung kejuaraan ini. Berarti DPRD juga sangat support sekali. Kebetulan ini diadakan menjelang Porprov. Insyaallah nanti di Porprov Semarang Raya kita ada target, mudah-mudahan bisa masuk juara,” kata Edywan penuh optimisme.
Inklusivitas Gender di Dunia Esports
Satu fenomena menarik dalam turnamen kali ini adalah munculnya Naili Zulfa (15), siswi SMA 1 Pekalongan yang menjadi satu-satunya peserta perempuan di kategori Mobile Legends. Meski dikepung oleh dominasi peserta laki-laki, Naili mengaku tetap bertekad memberikan performa terbaik bersama tim sekolahnya.
