“Kalau bermain Mobile Legends sudah lama sejak awal SMP, cuma kalau untuk turnamen ini baru pertama kali. Jujur awalnya takut karena lawannya cowok semua dan gugup, tapi targetnya tetap juara,” tegas Naili yang berasal dari Kelurahan Tirto.
Melalui turnamen ini, Pemerintah Kota Pekalongan berharap ekosistem digital semakin tumbuh sehat. Keikutsertaan peserta seperti Naili membuktikan bahwa Esports adalah cabang olahraga inklusif yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang gender, asalkan memiliki kedisiplinan dan strategi yang matang untuk mengukir prestasi. (nul)
