Sukadi Dwijodipuro Resmi Pimpin Kerabat KRT Wirowongso Wiroguno, Pererat Silaturahmi Trah Mataram

Sukadi Dwijodipuro Resmi Pimpin Kerabat KRT Wirowongso Wiroguno, Pererat Silaturahmi Trah Mataram
ABDUL GHOFUR KEBERSAMAAN - Para sesepuh dan pengurus Kerabat KRT Wirowongso Wiroguno berfoto bersama usai kegiatan silaturahmi dan konsolidasi organisasi, sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai leluhur dan persatuan trah.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Organisasi Trah Mataram di Kabupaten Kendal resmi memiliki nakhoda baru. Raden Tumenggung Sukadi Dwijodipuro resmi dilantik sebagai Ketua Kerabat KRT Wirowongso Wiroguno untuk masa bakti 2026–2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di kawasan Weleri, Kendal, pada Senin, 16 Februari 2026.

Meski dilaksanakan secara sederhana, acara ini menjadi momentum krusial bagi para keturunan KRT Wirowongso Wiroguno untuk memperkuat simpul persaudaraan. Pelantikan dihadiri oleh para sesepuh serta perwakilan pengurus dari berbagai daerah, mulai dari Pekalongan, Semarang, Batang, hingga Jakarta.

Dalam pidato perdananya, Sukadi menegaskan bahwa prioritas utama kepengurusannya adalah memperkuat komunikasi dan konsolidasi internal organisasi.

Baca Juga:Hasil Rukyatul Hilal di Kota Pekalongan: Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadan 1447 H Tunggu IsbatTeror Penembakan Rumah Tokoh di Kedungwuni, Labfor Polda Jateng Selidiki Proyektil di Lokasi Kejadian

“Anggota kami tersebar di seluruh tanah Jawa. Hari ini yang hadir perwakilan dari Pekalongan, Semarang, Batang, bahkan dari Jakarta. Ini menjadi modal besar untuk memperkuat persatuan. Kami ingin membangun koordinasi yang solid agar seluruh program berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Sukadi Dwijodipuro tegas.

Menjaga Warisan Sejarah Panembahan Senopati

Sukadi memaparkan bahwa KRT Wirowongso Wiroguno bukan sekadar nama besar, melainkan bagian tak terpisahkan dari sejarah besar Mataram. Mbah Wiro Wongso merupakan generasi ke-10 dari garis keturunan Panembahan Senopati, pendiri Kesultanan Mataram.

Hingga saat ini, makam almarhum KRT Wirowongso Wiroguno yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring, masih menjadi pusat spiritual dan rutin diziarahi oleh masyarakat serta para anak cucunya. Jejak sejarah trah ini juga tersebar di berbagai wilayah di Kendal melalui makam tujuh putra-putrinya.

Salah satu yang cukup dikenal adalah makam Dewi Ratih Anjar Sari atau yang akrab disebut Nyi Gombong di Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung. Keberadaan situs-situs sejarah ini menjadi tanggung jawab besar bagi pengurus baru untuk tetap dirawat dan dilestarikan.

“Kami ingin membangun koordinasi yang solid di antara seluruh pengurus dan seksi-seksi yang ada. Komunikasi antar-kerabat adalah kunci agar warisan leluhur ini tetap terjaga di tengah perkembangan zaman,” tambah Sukadi.

Membangun Organisasi yang Berkelanjutan

Selain aspek historis, Sukadi Dwijodipuro juga menekankan pentingnya manajemen organisasi yang modern dan terstruktur. Ia berharap Kerabat KRT Wirowongso Wiroguno tidak hanya menjadi wadah reuni keluarga, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat luas di Kendal dan sekitarnya.

0 Komentar