Kepolisian menemukan satu butir proyektil timah berwarna perak dengan panjang sekitar 1 sentimeter. Terkait jenis senjata dan kaliber yang digunakan, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji balistik dari Labfor Polda Jateng.
Dari pola serangan yang terekam, kuat dugaan bahwa pelaku telah mengenal medan dan memantau aktivitas di rumah korban sebelumnya. Pelaku terlihat sangat tenang saat masuk, berputar balik, melakukan penembakan, lalu melarikan diri ke arah utara.
“Hasil pemantauan dan pemeriksaan CCTV, kami melihat indikasi pelaku sudah memetakan wilayah di sini. Sementara kesimpulan kami masih teror saja. Kami masih lakukan pendalaman dan berupaya melakukan pengungkapan terhadap pelaku ini,” tegas Kapolres.
Baca Juga:Wakil Ketua DPRD Batang Jadi Korban Phishing APK, Saldo Tabungan Rp 1,3 Miliar di Bank Pelat Merah Raib5 Rekomendasi Kuliner Takjil Favorit di Jogja
Aksi ini menambah daftar panjang teror penembakan di wilayah “Kota Santri”, setelah sebelumnya kejadian serupa pernah menimpa aktivis Forum Pekalongan Bangkit (FPB) pada tahun 2022. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta melaporkan segala aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. (had)
