Wakil Ketua DPRD Batang Jadi Korban Phishing APK, Saldo Tabungan Rp 1,3 Miliar di Bank Pelat Merah Raib

Wakil Ketua DPRD Batang Jadi Korban Phishing APK, Saldo Tabungan Rp 1,3 Miliar di Bank Pelat Merah Raib
M. DHIA THUFAIL CERITAKAN KRONOLOGIS - Wakil Ketua DPRD Batang, Junaenah, saat menuturkan kronologi raibnya saldo tabungannya.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kasus pembobolan rekening dengan modus aplikasi ilegal (APK) kembali memakan korban. Kali ini, nasib malang menimpa Wakil Ketua DPRD Batang, Junaenah. Politisi PDI Perjuangan tersebut harus merelakan saldo tabungan pribadinya sebesar Rp 1,3 miliar raib dari salah satu bank pelat merah dalam waktu singkat.

Insiden ini diduga bermula saat korban tanpa sengaja membuka pesan berisi aplikasi undangan berformat APK di ponselnya. Tak lama setelah tautan tersebut diklik, perangkat miliknya mengalami gangguan teknis atau hang. Meski sempat menonaktifkan layanan mobile banking, saldo milik Junaenah justru terkuras habis tak lama setelah melakukan aktivasi ulang di kantor bank.

Junaenah menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat dirinya tengah beraktivitas di rumah. Ia sempat merasa aman karena ponselnya berada dalam pengawasan langsung, namun notifikasi mencurigakan tiba-tiba muncul di layar perangkatnya.

Baca Juga:5 Rekomendasi Kuliner Takjil Favorit di Jogja4 rekomendasi spot untuk berburu takjil di Pekalongan

“HP saya waktu itu saya letakkan di meja, tidak saya sentuh sama sekali. Namun muncul tulisan akun digunakan di perangkat lain. Saya mencoba masuk berulang kali namun gagal. Begitu dicek ke bank, petugas bilang uang saya tinggal Rp 100 ribu,” ujar Junaenah dengan nada terpukul, Senin (16/2/2026).

Keamanan Nasabah Prioritas Dipertanyakan

Berdasarkan keterangan pihak bank, terdapat rentetan transaksi transfer keluar ke berbagai rekening bank lain yang menghabiskan dana hampir Rp 1,3 miliar. Junaenah mengaku sangat kecewa lantaran dana tersebut merupakan modal usaha bisnis beras serta uang titipan untuk pembelian gabah petani.

Ia juga menyoroti proses pendaftaran ulang aplikasi mobile banking yang sebelumnya dipandu langsung oleh petugas Customer Service (CS) di kantor bank. Ia sempat meminta agar data lama tidak digunakan kembali demi keamanan, namun proses aktivasi tetap dilanjutkan oleh petugas.

“Saya daftar m-banking di kantor, dibantu CS sepenuhnya, tapi uang saya malah hilang. Padahal saya nasabah prioritas. Bagaimana kalau nasabah yang lain? Hingga kini belum ada kejelasan mengenai pengembalian dana,” tegasnya secara lugas.

Respons Pihak Perbankan

Kejadian ini telah dilaporkan secara resmi, dan Junaenah kini tengah menunggu hasil investigasi internal dari kantor pusat bank terkait. Ia mengaku sudah berupaya menemui pimpinan cabang namun hingga kini belum mendapatkan solusi konkret atas raibnya dana fantastis tersebut.

0 Komentar