RADARPEKALONGAN.ID, KEDUNGWUNI – Di tengah kepungan banjir yang masih merendam sejumlah titik di Kabupaten Pekalongan, ribuan santri Pondok Pesantren Nahjul Hidayah, Capgawen Utara, Kecamatan Kedungwuni, menggelar aksi spiritual. Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mereka memanjatkan doa khusus agar musibah banjir yang melanda wilayah tersebut segera surut.
Kegiatan yang berlangsung di halaman pesantren ini dihadiri oleh ulama kharismatik Maulana Habib Luthfi bin Yahya, para kiai, pengasuh pesantren, serta jajaran Forkopimcam Kedungwuni. Turut hadir Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, yang memberikan apresiasi atas kepedulian komunitas pesantren terhadap kondisi daerah.
Wabup Sukirman menegaskan bahwa sumbangsih pesantren tidak hanya terbatas pada pembentukan akhlak, tetapi juga dukungan moral di tengah bencana.
Baca Juga:Bupati Kendal Salurkan Bantuan Beras untuk 1.111 Korban Banjir, Pastikan Stok Pangan Aman Jelang RamadanStok Bahan Pokok di Kota Pekalongan Aman Jelang Ramadan 2026, Warga Diminta Teliti Cek Tanggal Kedaluwarsa
“Bupati Pekalongan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para kiai dan ustad-ustadzah yang selama ini terus membina pondok pesantren. Kontribusi pesantren sangat luar biasa bagi perkembangan pendidikan di Kabupaten Pekalongan, khususnya dalam membentuk akhlak dan karakter generasi muda,” ujar Sukirman, Rabu (18/2/2026).
Langkah Darurat dan Strategi Jangka Panjang
Menyikapi bencana banjir yang belum sepenuhnya reda, Sukirman menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah mengerahkan tim untuk melakukan langkah-langkah darurat. Fokus utama saat ini adalah keselamatan warga melalui evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian.
Meski demikian, pemerintah juga menyadari perlunya langkah konkret agar bencana ini tidak menjadi rutinitas tahunan.
“Untuk jangka pendek, penanganan darurat seperti evakuasi, penyediaan konsumsi, serta layanan kesehatan terus kami lakukan. Ke depan, kami juga memikirkan solusi jangka panjang agar persoalan banjir tidak terus berulang. Kami sangat berharap masukan dan doa dari para tokoh agama dan masyarakat,” tambahnya secara lugas.
Sinergi Ulama dan Umara
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Sukirman juga memohon arahan dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya agar tata kelola pembangunan dan pelayanan publik di Pekalongan senantiasa berjalan di jalur yang benar dan penuh keberkahan.
Ketua Panitia Kegiatan, H. Solihin, menambahkan bahwa momentum Maulid Nabi ini menjadi pengingat bagi warga untuk memperkuat solidaritas sosial. Meneladani sifat Nabi Muhammad SAW berarti harus menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama, terutama mereka yang kini sedang tertimpa musibah.
