Jalan Rusak di Pekalongan Capai 80 Persen, DPUPR Hanya Bisa Tambal Sulam Akibat Anggaran Terbatas

Jalan Rusak di Pekalongan Capai 80 Persen, DPUPR Hanya Bisa Tambal Sulam Akibat Anggaran Terbatas
ISTIMEWA PERBAIKAN – Tim dari Bidang Bina Marga DPUPR Kota Pekalongan saat melakukan perbaikan jalan rusak di Jalan KH Ahmad Dahlan, baru-baru ini.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kondisi infrastruktur jalan di Kota Pekalongan tengah menjadi sorotan tajam. Pasca dilanda cuaca ekstrem dan bencana banjir beberapa waktu lalu, tingkat kerusakan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dilaporkan melonjak drastis hingga menyentuh angka 80 persen.

Sayangnya, upaya perbaikan besar-besaran atau peningkatan kualitas jalan seperti betonisasi dipastikan tidak ada pada tahun anggaran 2026 ini. Hal ini terjadi lantaran keterbatasan alokasi dana yang tertuang dalam APBD 2026, sehingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) hanya bisa melakukan langkah darurat.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, mengonfirmasi bahwa saat ini pihaknya hanya mengandalkan anggaran pemeliharaan rutin yang nilainya tergolong minim dibandingkan luasnya skala kerusakan yang ada.

Baca Juga:Tragedi Petani Lansia di Blado Batang Tewas Diserang Ribuan Tawon Gong, Dua Warga Ikut Terluka8 Tempat Populer untuk Berburu Takjil di Semarang

“Ya, karena keterbatasan anggaran, kita hanya bisa melakukan perbaikan ringan. Menambal lubang-lubang. Tidak ada penambahan lapisan atau kekuatan karena memang anggarannya terbatas,” ujar Khaerudin saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).

Dampak Banjir: Kerusakan Meluas dari 40 ke 80 PersenKhaerudin memaparkan, dari total 193 ruas jalan daerah sepanjang 150,274 kilometer, kondisi aspal semula mengalami kerusakan sekitar 40 persen. Namun, hantaman banjir yang merendam banyak wilayah di Kota Batik beberapa waktu terakhir membuat struktur aspal mengelupas dan lubang jalan semakin dalam.

“Tadinya sekitar 40 persen, ditambah adanya banjir jadi 80 persen yang rusak. Kami terpaksa hanya melakukan ‘tambal sulam’ aspal yang bolong karena memang anggarannya hanya tersedia untuk pemeliharaan rutin sebesar Rp3,5 miliar,” ungkapnya secara blak-blakan.

Cuaca Ekstrem Jadi Kendala UtamaTim dari Bina Marga DPUPR dilaporkan hampir setiap hari berkeliling untuk melakukan penambalan di sejumlah ruas strategis, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Jlamprang, Jalan Patiunus, hingga Jalan Binagriya. Namun, tantangan terberat adalah hujan deras yang masih sering mengguyur saat pengerjaan berlangsung.

Sebagai contoh, di Jalan Gatot Subroto, perbaikan sempat dilakukan dengan pengerasan menggunakan Lapis Pondasi Atas (LPA). Namun, pengerjaan tersebut seolah sia-sia karena genangan air kembali menyapu tambalan aspal yang baru saja dipasang.

“Yang Gatot Subroto sudah LPA diperkeras, tapi karena masih terus diguyur hujan deras dan terjadi genangan banjir, maka hilang lagi tambalannya,” terang Khaerudin.

0 Komentar