“Alat pengolahan ini punya banyak manfaat. Hasilnya bisa diolah menjadi paving block hingga campuran bahan bangunan. Nantinya akan ada tim pelatihan khusus untuk mengawal penggunaan alat-alat pengolahan sampah tersebut agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” pungkas Kapten Riswiharno.
Melalui pendampingan teknis dan sinergi lintas sektoral, Kodim 0710/Pekalongan optimis Gerakan Indonesia ASRI dapat berjalan efektif di Kota Batik, sekaligus menjadi solusi permanen atas permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan di wilayah tersebut. (way)
