Luar Biasa! Siswi Ma’had Al-Furqon MAN Batang Tuntaskan Hafalan 27 Juz Al-Qur’an, Cetak Hafizah Muda Unggul

Luar Biasa! Siswi Ma’had Al-Furqon MAN Batang Tuntaskan Hafalan 27 Juz Al-Qur’an, Cetak Hafizah Muda Unggul
NOVIA ROCHMAWATI AKHIRUSSANAH - Siswi MAN Batang saat mengikuti Kegiatan Akhirussanah Ma’had Al-Furqon.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Batang. Di tengah gempuran distraksi digital, Ma’had Al-Furqon MAN Batang berhasil membuktikan eksistensinya dengan mencetak hafizah-hafizah muda yang mampu menuntaskan hafalan Al-Qur’an hingga 27 juz.

Capaian impresif ini terungkap dalam gelaran perayaan Akhirussanah yang berlangsung khidmat di aula madrasah setempat. Keberhasilan para siswi tersebut menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara pendidikan formal sekolah negeri dengan sistem asrama (pesantren) mampu menghasilkan output yang luar biasa.

Perwakilan MAN Batang, Zinati Jumah, dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswi yang telah berjuang keras menjaga interaksi dengan kalam ilahi di sela kesibukan akademik mereka.

Baca Juga:Pemkab Batang Larang Total Operasional Tempat Hiburan Selama Ramadan 2026, Nekat Buka Terancam Denda Rp50 JutaPolisi Ringkus Pengedar Sabu di Wiradesa Pekalongan, Lima Paket Narkotika Siap Edar Disita Petugas

“Anak-anakku yang hebat, menghafal Al-Qur’an bukan sekadar mengejar angka juz, melainkan menanamkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam hati dan tindakan. Perjuangan kalian di tengah arus modernisasi saat ini bukanlah hal yang biasa,” ujar Zinati Jumah penuh haru, Kamis (19/2/2026).

Sinergi Asrama dan Madrasah

Keberhasilan ini tak lepas dari sistem pembinaan 24 jam yang diterapkan di Ma’had Al-Furqon. Melalui pengawasan intensif, penguatan karakter, serta pembiasaan murojaah (mengulang hafalan) harian, para siswi ditempa untuk memiliki ketahanan mental dan spiritualitas yang kuat.

Model pendidikan asrama di sekolah negeri ini dianggap menjadi solusi alternatif yang efektif dalam membentuk karakter disiplin siswa. Zinati menambahkan bahwa Ma’had Al-Furqon berupaya menghadirkan narasi baru di mana generasi muda tetap bisa adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar religi.

“Hal ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan formal mampu bersinergi dengan sistem pesantren untuk mencetak generasi Qur’ani tanpa meninggalkan pendidikan umum. Ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penegasan arah pendidikan karakter di Batang,” imbuhnya.

Internalisasi Nilai Al-Qur’an

Lebih dari sekadar angka juz yang dihafal, pihak madrasah menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari. Para lulusan Ma’had Al-Furqon diharapkan menjadi teladan bagi remaja lainnya dalam hal akhlak dan integritas.

0 Komentar