Ribuan Warga Serbu Grebeg Gunungan di Masjid Agung Kendal, Tradisi Meriah Sambut Ramadan 1447 Hijriah

Ribuan Warga Serbu Grebeg Gunungan di Masjid Agung Kendal, Tradisi Meriah Sambut Ramadan 1447 Hijriah
ABDUL GHOFUR BEREBUT GUNUNGAN - Ribuan warga antusias berebut hasil gunungan dalam tradisi Grebeg Masjid Agung Kendal sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan menjelang Ramadan, Selasa (17/2/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Suasana halaman Masjid Agung Kendal berubah menjadi lautan manusia pada Selasa sore (17/2/2026). Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Kendal tumpah ruah demi menyaksikan dan mengikuti tradisi Grebeg Gunungan serta Karnaval Ramadan sebagai penanda masuknya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Kendal bersama takmir Masjid Agung ini berlangsung sangat meriah. Sebanyak empat gunungan raksasa yang berisi ketupat, lepet, serta hasil bumi diarak keliling kota. Rute kirab menyusuri jalan-jalan protokol mulai dari Gang Taat, kawasan Pasar Kendal, hingga Jalan Soekarno-Hatta sebelum akhirnya kembali ke titik awal.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang membuka langsung acara dengan menabuh bedug masjid, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah simbol kebersamaan masyarakat Kendal.

Baca Juga:Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Wiradesa Pekalongan, Lima Paket Narkotika Siap Edar Disita PetugasJalan Rusak di Pekalongan Capai 80 Persen, DPUPR Hanya Bisa Tambal Sulam Akibat Anggaran Terbatas

“Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong dan nilai berbagi. Lebih dari seremonial, Grebeg Gunungan adalah warisan budaya yang harus terus dijaga. Tema tahun ini menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas daerah yang berdikari, berbudaya, dan berakhlakul karimah,” tegas Dyah Kartika di lokasi acara.

Rebutan Berkah dalam Hitungan Menit

Puncak kemeriahan terjadi saat gunungan tiba di halaman masjid. Belum sempat doa selesai dipanjatkan secara utuh, warga langsung merangsek maju untuk berebut isi gunungan. Dalam hitungan menit, gunungan setinggi dua meter itu ludes tak bersisa.

Banyak warga meyakini bahwa mendapatkan bagian dari gunungan tersebut akan membawa keberkahan dan keberuntungan selama menjalani ibadah di bulan puasa. Antusiasme ini diakui oleh Ketua Panitia Dugderan, Ahmad Mursyidi, yang menyebut jumlah pengunjung tahun ini meningkat tajam.

“Jumlah peserta dan pengunjung melonjak tajam dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap tradisi lokal semakin kuat dan menjadi momentum kebangkitan budaya kita,” ujarnya penuh syukur.

Ajakan Memakmurkan Masjid

Selain urusan tradisi, momentum ini juga dijadikan ajang untuk mengajak umat Islam kembali ke masjid. Bupati Dyah Kartika menghimbau warga untuk menjadikan Masjid Agung Kendal sebagai pusat kegiatan positif selama sebulan penuh ke depan.

Pihak takmir sendiri telah menyiapkan serangkaian agenda padat, mulai dari salat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, pengajian kitab kuning, hingga pembagian takjil gratis setiap harinya bagi musafir dan warga sekitar.

0 Komentar