RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Wisata religi dan sejarah kini menjadi salah satu magnet utama pariwisata Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Di tengah populernya destinasi wisata alam, minat masyarakat justru semakin kuat terhadap lokasi yang menawarkan pengalaman spiritual sekaligus nilai historis.
Salah satu tujuan yang tetap dipadati peziarah saat Lebaran 2026 adalah Kompleks Makam Auliya Wonobodro, tepatnya Makam Syekh Maulana Maghribi di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Kabupaten Batang berada di sebelah timur Kabupaten Pekalongan dan dilalui jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) serta jalur Alas Roban. Dari pusat Kota Batang, tepatnya Alun-alun Batang, jarak menuju kompleks makam sekitar 28 hingga 30 kilometer. Akses jalan menuju lokasi kini sudah mulus meski kondisi medan menanjak, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan relatif mudah.
Baca Juga:Polsek Boja Kendal Gelar Patroli Intensif di Titik Rawan, Cegah Tawuran dan Balap Liar Jelang Ramadan 2026Sambut Ramadan 1447 H, Petugas dan Warga Binaan Rutan Pekalongan Bersihkan Masjid Al-Ikhlas
Setibanya di lokasi, peziarah akan menjumpai area parkir yang cukup luas di kaki bukit. Dari area parkir, terdapat undakan lebar yang mengarah ke kompleks makam di bagian atas. Di sepanjang jalur menuju makam, suasana khas wisata religi terasa kental dengan keberadaan pedagang makanan dan minuman yang ramah menyambut pengunjung.
Di sekitar undakan, kerap terlihat anak-anak menawarkan botol berisi air setempat yang biasa digunakan peziarah untuk keperluan ritual ziarah atau dibawa pulang. Air tersebut bukan air mineral kemasan, melainkan air lokal yang dipercaya memiliki nilai simbolik bagi para peziarah.
Sebelum mencapai makam, di sisi kiri undakan terdapat mushala untuk peziarah pria.
Bangunannya tampak relatif baru dan dilengkapi kolam berisi air jernih yang digunakan untuk bersuci sebelum berziarah.
Makam Wonobodro dikenal luas sebagai salah satu pusat wisata religi di Jawa Tengah karena menjadi tempat peristirahatan Syekh Maulana Maghribi, ulama besar penyebar Islam di Tanah Jawa yang diyakini hidup sebelum masa Walisongo.
Kompleks makam ini telah lama menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah, baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa, bahkan hingga mancanegara.
Setiap tahun, kawasan Bukit Wonobodro dipadati ribuan peziarah, terutama saat peringatan haul Syekh Maulana Maghribi yang biasanya jatuh pada 13 Muharam. Sebulan sebelum pelaksanaan haul, berbagai kegiatan keagamaan dan sosial turut digelar sehingga suasana di kawasan ini semakin ramai.
