RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan menjamin ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat tetap stabil menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Kepastian ini didapat setelah tim terpadu melakukan sidak besar-besaran di berbagai titik distribusi pada 11–12 Februari 2026.
Kegiatan pemantauan harga dan pengawasan barang penting ini dipimpin langsung oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan dengan melibatkan unsur Kepolisian, Kodim 0710, Kejaksaan, hingga Dinas Kesehatan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi konsumen dari peredaran barang yang tidak layak.
Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan, Fitria Yuliani Kartika, mengungkapkan bahwa sinergi lintas instansi ini menyasar titik-titik strategis, mulai dari pasar rakyat, pasar modern, hingga agen elpiji dan SPBU.
Baca Juga:Jalan Rusak di Pekalongan Capai 80 Persen, DPUPR Hanya Bisa Tambal Sulam Akibat Anggaran TerbatasTelur Mimi Khas Kaliwungu Jadi Primadona Jelang Ramadan 1447 H, Omzet Pedagang Kendal Naik Drastis
“Kami melihat adanya kenaikan permintaan menjelang awal Ramadan, namun hingga saat ini stok dan pasokan masih dalam kondisi aman. Untuk temuan dari hasil pantauan, ada beberapa komoditas yang kemasannya rusak seperti minuman kaleng, dan makanan kemasan yang sudah lewat tanggal kadaluarsa, jadi masyarakat ketika membeli harus teliti,” tutur Fitria Yuliani Kartika, Rabu (18/2/2026).
Sidak 22 Titik Distribusi Strategis
Dalam operasi pasar tersebut, tim gabungan menyisir 22 lokasi berbeda di wilayah Kota Batik. Lokasi tersebut meliputi 3 pasar rakyat, 4 pasar modern, 8 ritel modern, hingga distributor beras, telur, dan kedelai. Tim tidak hanya mengecek harga, tetapi juga memeriksa kondisi fisik barang secara detail.
Petugas mencermati mulai dari kelayakan kemasan, tanggal kedaluwarsa, hingga nomor P-IRT pada produk pangan olahan. Pengawasan ketat juga dilakukan pada pasokan energi seperti agen dan pangkalan LPG 3 kg untuk mencegah terjadinya kelangkaan di tingkat masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga, ketersediaan stok, serta kelayakan barang beredar menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026. Kami memastikan pengawasan berjalan optimal dari sisi distribusi hingga aspek keamanan pangan,” tambah Fitria.
Waspada Barang Rusak dan Tips Belanja Bijak
Meski pasokan pangan dipastikan mencukupi kebutuhan seluruh warga Kota Pekalongan, tim menemukan sejumlah produk di beberapa ritel yang mengalami kerusakan kemasan dan masa berlakunya telah habis. Penemuan ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak lengah saat berbelanja kebutuhan puasa.
