Hal senada diungkapkan pemerhati budaya lokal, Mujahidin. Ia menilai telur mimi adalah bagian dari jati diri masyarakat Kaliwungu yang harus diwariskan ke generasi berikutnya agar tidak tergerus makanan modern.
“Telur mimi sudah melekat dengan tradisi Ramadan di Kaliwungu. Ini warisan budaya kuliner yang perlu dijaga. Generasi muda harus mengenal dan mencintai kuliner lokalnya sendiri,” tegas Mujahidin.
Eksistensi telur mimi ini membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, kuliner lokal yang memiliki akar sejarah dan budaya tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan menjelang hari besar keagamaan. (fur)
