RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Perguruan Al-Irsyad Al-Islamiyah Pekalongan resmi mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan perlindungan dan hak-hak peserta didik. Melalui seremoni khidmat, seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Al-Irsyad mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA).
Langkah ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan penegasan komitmen jangka panjang dalam menghadirkan ekosistem pendidikan inklusi yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik kekerasan. Deklarasi ini mencakup seluruh unit pendidikan mulai dari KB/TK, SD, SMP, hingga SMA di lingkungan Al-Irsyad.
Direktur Pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyah, Royyan Shamlan, mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip ramah anak sebenarnya telah menjadi ruh dalam kegiatan belajar mengajar harian di sekolah tersebut.
Baca Juga:Tragedi Mercon Meledak di Sukorejo Kendal: Tubuh Pemuda Terbakar dan Patah Kaki Saat Rakit PetasanPolres Batang Musnahkan 29 Kg Serbuk Petasan Pakai Tim Jibom Brimob, Pelaku Terancam Pidana Berat
“Pendidikan di Al-Irsyad tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menyeimbangkan pendidikan agama dan umum agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang utuh. Lingkungan bebas kekerasan adalah prasyarat utama agar siswa berkembang optimal secara intelektual dan spiritual,” ujar Royyan Shamlan, Jumat (20/2/2026).
Transformasi Budaya Sekolah yang Inklusif
Menurut Royyan, deklarasi SRA ini bertujuan memastikan setiap anak merasa terlindungi saat berada di sekolah. Dengan adanya standar Sekolah Ramah Anak, interaksi antara guru dan siswa kini lebih mengedepankan pendekatan emosional dan spiritual yang positif, sejalan dengan visi mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia.
Pemerintah Kota Pekalongan pun menyambut baik langkah formal ini. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mualim, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, menyatakan bahwa Al-Irsyad sejatinya telah mempraktikkan nilai-nilai SRA jauh sebelum deklarasi ini diresmikan.
“Deklarasi ini secara seremonial saja, karena kami tahu langsung bagaimana praktik KBM di sini sudah mengacu pada orientasi Sekolah Ramah Anak. Hari ini lebih kepada memformalkan komitmen yang selama ini sudah berjalan baik di lapangan,” jelas Mualim.
Sinergi Guru dan Orang Tua
Dengan status Sekolah Ramah Anak, Al-Irsyad Al-Islamiyah kini menuntut keterlibatan lebih aktif dari seluruh elemen sekolah, termasuk tenaga kependidikan dan orang tua murid. Fokus utama adalah menciptakan budaya sekolah yang selalu mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
