Banjir Pekalongan 2026: 80 Persen Permukiman Tratebang Terendam, Warga Mengungsi ke Rumah Kerabat

Banjir Pekalongan 2026, 80 Persen Permukiman Tratebang Terendam, Warga Mengungsi ke Rumah Kerabat
HADI WALUYO JALANAN TERGENANG - Banjir di wilayah Kecamatan Wonokerto belum sepenuhnya surut. Di Tratebang, 80 persen permukiman masih tergenang banjir.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, WONOKERTO – Bencana banjir akibat curah hujan tinggi masih menjadi ancaman serius bagi warga di pesisir Kabupaten Pekalongan. Hingga Kamis, 19 Februari 2026, Desa Tratebang di Kecamatan Wonokerto menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan cakupan genangan mencapai 80 persen dari total area permukiman warga.

Berbeda dengan skema pengungsian terpusat, warga Tratebang cenderung memilih melakukan pengungsian mandiri. Mereka berpindah sementara ke kediaman sanak saudara yang lokasinya lebih tinggi guna menghindari luapan air yang tak kunjung surut sepenuhnya.

Kepala Desa Tratebang, Pronisa, menjelaskan bahwa meski air mulai menunjukkan tren menurun, mayoritas rumah warga masih terendam.

Baca Juga:Hujan Angin di Kendal, Puluhan Pohon Tumbang Tutup Jalan dan Satu Rumah di Desa Kadilangu Roboh Total5 Pantai Terindah di Thailand yang Wajib Masuk Wishlist Liburanmu

“Masih tergenang 80 persen untuk wilayah pemukiman. Surut sedikit. Ngungsinya di rumah keluarga atau kerabat yang lebih tinggi. Tidak di posko tertentu,” ujar Pronisa saat memberikan keterangan terkait kondisi terkini desanya.

Meski harus bertahan di tengah genangan, semangat warga dalam menjalankan ibadah di bulan Suci Ramadan 1447 H tidak surut. “Sholat masih aman. Masak untuk sahur dan berbuka juga masih bisa,” imbuhnya.

Situasi di Siwalan Mulai Membaik

Kondisi sebaliknya terpantau di Kecamatan Siwalan. Di Desa Pait, genangan air tercatat menyisakan ketinggian 10 hingga 15 sentimeter di beberapa titik seperti Dukuh Tugurejo dan Babadan. Sejumlah posko pengungsian pun dilaporkan mulai kosong seiring kembalinya warga ke rumah masing-masing.

Kasi Humas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, menyebutkan bahwa tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif guna menjamin keamanan lingkungan yang ditinggalkan warga.

“Kami mengoptimalkan tim Siaga Bhayangkara Polres Pekalongan dengan melaksanakan patroli di lingkungan terdampak pasca banjir. Beberapa posko pengungsian pun sudah dikosongkan karena genangan sudah mulai surut,” jelas Ipda Warsito, Kamis siang.

Status Tanggap Darurat Hingga 23 Februari

Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Sosial dan BPBD tetap dalam posisi siaga penuh. Kabid Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Dodi Budi Purwanto, menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan hingga masa tanggap darurat berakhir.

“Pengungsi sudah pada pulang. Mereka buka dapur umum mandiri. Kita tetap standby memantau perkembangan sampai tanggal 23 Februari sesuai SK tanggap darurat,” kata Dodi.

0 Komentar