Geger Lansia 76 Tahun di Bandar Batang Ditemukan Meninggal dengan Jeratan Tali, Polisi Buka Suara

Geger Lansia 76 Tahun di Bandar Batang Ditemukan Meninggal dengan Jeratan Tali, Polisi Buka Suara
M. DHIA THUFAIL KEDIAMAN KORBAN - Suasana duka di kediaman korban di Desa Candi, Kecamatan Bandar.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Warga Dukuh Kemamang, Desa Candi, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang digemparkan oleh penemuan jenazah seorang pria lanjut usia di dalam kamarnya, Rabu (18/2/2026). Korban berinisial WR (76) ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi jeratan tali pada bagian leher sekitar pukul 13.00 WIB.

Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga sekitar yang menduga adanya tindak kriminalitas. Namun, pihak Kepolisian Resor (Polres) Batang segera turun tangan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim identifikasi dan tenaga medis dari Puskesmas Bandar 02 untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Kapolres Batang AKBP Veronica melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal oleh petugas medis, tidak ditemukan indikasi kekerasan fisik pada tubuh korban.

Baca Juga:Wali Kota Pekalongan Soroti Balap Liar dan Petasan Selama Ramadan, Warga Diminta Lapor Gangguan KamtibmasBanjir Pekalongan 2026: 80 Persen Permukiman Tratebang Terendam, Warga Mengungsi ke Rumah Kerabat

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena gangguan napas. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kami tidak menemukan tanda penganiayaan maupun perlawanan pada tubuh korban maupun kondisi ruangan,” ujar Ipda Maulidya Nur Maharanti, Kamis (19/2/2026).

Kronologi Penemuan Jenazah

Kejadian memilukan ini pertama kali diketahui oleh anak perempuan korban, Nisa (26). Saat itu, Nisa datang untuk menjenguk kedua orang tuanya. Ibu korban, yang saat itu sedang sakit kaki dan sulit berjalan, meminta bantuan Nisa untuk mencari keberadaan ayahnya di dalam kamar.

Alangkah terkejutnya Nisa saat memasuki kamar dan mendapati sang ayah sudah dalam posisi tidak bergerak. Menyadari ayahnya telah tiada, Nisa spontan berteriak meminta pertolongan yang kemudian mengundang kerumunan warga dan Ketua RT setempat.

Pihak kepolisian yang menerima laporan segera melakukan evakuasi dan meminta keterangan sejumlah saksi, baik dari pihak keluarga maupun tetangga terdekat guna menyusun kronologi lengkap.

Keluarga Mengikhlaskan Sebagai Musibah

Setelah mendapatkan penjelasan mendalam dari tim medis dan kepolisian, pihak keluarga WR menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga memilih untuk tidak dilakukan prosedur autopsi lebih lanjut dan segera memproses pemakaman jenazah.

Keputusan tersebut telah dituangkan secara resmi dalam surat pernyataan yang disaksikan oleh perangkat desa dan tokoh warga setempat.

0 Komentar