Warga Kota Pekalongan dan Batang Minta Pembatasan Truk Sumbu Tiga Diterapkan Secara Konsisten

Pembatasan
Petugas dari Dishub dan Satlantas Polres Batang mengarahkan truk sumbu tiga agar masuk ke tol melalui gerbang tol Kandeman. (Istimewa)
0 Komentar

PEKALONGAN – Kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga atau lebih di Exit Tol Kandeman yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Batang diharapkan bisa konsisten, dan juga dilakukan di Kota Pekalongan dan Pemalang.

Mengingat selama ini warga setiap hari harus bergelut dengan kemacetan dan ancaman kecelakaan di jalur Pantura akibat banyaknya truk bertonase besar melintas di wilayah Kota Pekalongan.

Sejumlah warga mengungkapkan, meskipun sudah ada aturan resmi dari Menteri Perhubungan dan pemasangan rambu-rambu larangan, namun tanpa adanya langkah tegas dari petugas, maka aturan pembatasan tersebut tidak akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga:TNI Bentuk 2.068 Siswa SMK Bina Utama Bentuk Karakter Lewat Bintalsik, Ditutup Bupati KendalWali Kota Sue Machi Jepang Jajaki Ekspor Kopi Kendal, Bawa Sampel Arabica–Robusta untuk Dibahas di Negaranya

“Kami sangat setuju kalau truk besar dimasukkan ke tol daripada masuk Kota Pekalongan, karena bikin macet, apalagi sekarang lagi ada pengecoran,” kata Ahmad Pradana, warga Sapuro, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jumat (20/2/2026).

Menurut pria yang hampir setiap setiap hari melintas jalur Pantura Kota Pekalongan itu kemacetan yang terjadi salah satu penyebabnya akibat banyak truk sumbu tiga atau lebih yang melintas. Ditambah lagi dengan adanya proses perbaikan jalan, maka kemacetan yang terjadi semakin parah.

“Lumayan serem juga kalau truk pakai dua lajur sekaligus, belum lagi kalau muatan kosong, kadang ada yang ngebut dan kurang menghargai pengguna jalan lain,” ungkap pria dua anak ini.

Ia menyebut proyek pengecoran jalan di sejumlah titik membuat kemacetan makin terasa jika truk besar tetap melintas di dalam kota.

“Harus konsisten dilakukan pengawasan dan penindakan agar truk sumbu tiga masuk tol semua, jalannya nggak cepat rusak dan kecelakaan bisa dicegah,” terangnya.

Sekar, warga Batang Kota berusia 20 tahun yang bekerja di Kota Pekalongan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak Dishub dan Satlantas Polres Batang.

“Aku apresiasi banget kalau konsisten, tidak hanya Batang Kota saja, namun Kota Pekalongan juga pasti lebih rapi dan nyaman,” katanya.

Baca Juga:Ratusan Hektar Sawah di Kasepuhan Terendam Rob, Rizal Bawazier Desak Pembangunan Tanggul Pantura DipercepatKendal Fun Run 2025 Lampaui Target, Peserta Membludak hingga Pemkab Ajak Berlari dengan Kostum Unik

Disisi lain, Kepala Seksi Wasdal Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Sakti Nurhuda menjelaskan pembatasan dilakukan di Perempatan Exit Tol Kandeman sebagai upaya mengurai kepadatan di jalur nasional Pantura.

0 Komentar