RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan Kota melalui Tim Dalmas Satuan Samapta bergerak cepat menggagalkan potensi bentrokan antar kelompok remaja. Sebanyak 10 remaja diamankan petugas di kawasan Jalan Pramuka I, Kelurahan Kramatsari, Kecamatan Pekalongan Barat, Sabtu (21/2/2026) dini hari.
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 01.30 hingga 03.00 WIB di area sekitar Stadion Hoegeng. Langkah ini diambil setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan adanya kerumunan pemuda yang diduga kuat akan melakukan aksi tawuran.
Kasat Samapta Polres Pekalongan Kota, AKP Seno Ajang Pambudi, menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadan.
Baca Juga:Menko Zulhas Targetkan 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Berdiri, Perkuat Pangan Mulai dari KendalTragedi Selfie Maut di Batang, Tiga Remaja Putri Tewas Tertemper KA Argo Merbabu di Dekat GOR Sarengat
“Petugas Dalmas bergerak cepat menindaklanjuti informasi masyarakat. Para remaja yang diduga akan melakukan tawuran langsung diamankan untuk mencegah terjadinya bentrokan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar AKP Seno Ajang Pambudi dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Didominasi Pelajar Usia Belasan
Berdasarkan pendataan, kesepuluh remaja yang terjaring razia tersebut mayoritas masih berstatus sebagai pelajar dengan rentang usia antara 15 hingga 17 tahun. Setibanya di Mapolres Pekalongan Kota, mereka tidak hanya didata tetapi juga diberikan pembinaan mental dan kedisiplinan.
Polisi mewajibkan para remaja tersebut membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, orang tua masing-masing juga dipanggil untuk menjemput sekaligus diberikan arahan agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah, terutama pada jam-jam rawan.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi melalui Ps Kasi Humas, Iptu Purno Utomo, SH, menegaskan bahwa kepolisian akan bertindak tegas terhadap segala bentuk gangguan ketenteraman warga.
“Ramadan harus menjadi momentum meningkatkan ibadah dan kegiatan positif. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua untuk bersama-sama mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan yang kontraproduktif,” tegas Iptu Purno Utomo.
Waspadai Perang Sarung dan Balap Liar
Selain fokus pada tawuran, Polres Pekalongan Kota juga memetakan sejumlah kerawanan lain yang kerap muncul selama Ramadan. Fenomena perang sarung, balap liar, penggunaan petasan, hingga penerbangan balon udara ilegal menjadi target patroli intensif petugas.
