RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Warga Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di kawasan hutan jati Desa Sengon, Jumat (20/2/2026) siang. Saat ditemukan oleh warga yang hendak memancing, kondisi jasad sudah dalam keadaan membusuk dan tanpa busana.
Kapolsek Subah, AKP Agung Sutanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan terkait penemuan mayat tersebut sekitar pukul 11.15 WIB melalui layanan darurat 110. Petugas kepolisian bersama tim medis segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Petugas piket Polsek Subah langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk. Dari pemeriksaan sementara, korban diperkirakan meninggal kurang lebih 10 hari dan diduga karena sakit,” ujar AKP Agung Sutanto, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga:3 Destinasi Wisata Alam dan Pegunungan di Batang yang Menarik Minat Wisatawan pada Lebaran 2026Batang Kian Bersinar, 3 Pantai Ini Jadi Favorit Wisatawan Saat Libur Lebaran
Kronologi Penemuan di Tengah Hutan
Penemuan memilukan ini bermula saat seorang warga bernama Abdul Wahid (31) hendak memancing di aliran Kali Tukelon. Saat melintasi kawasan hutan jati yang rimbun, ia mencium aroma menyengat yang mencurigakan. Setelah ditelusuri, Wahid menemukan jasad manusia tergeletak di atas tanah.
Karena ketakutan, ia segera melapor kepada warga lain dan diteruskan ke Mapolsek Subah. Lokasi penemuan yang berada jauh dari permukiman dan tertutup pepohonan jati membuat keberadaan korban tidak terdeteksi selama berhari-hari.
Identitas Terungkap: Lansia dengan Kondisi Demensia
Setelah proses identifikasi mendalam oleh Tim Inafis Polres Batang, identitas korban akhirnya terungkap. Kasatreskrim Polres Batang, IPTU Albertus Sudaryono, mengonfirmasi bahwa korban adalah seorang lansia berinisial P (75).
“Benar, korban bernama Patanah (75), warga Subah,” ungkap IPTU Albertus.
Pihak keluarga membenarkan bahwa Patanah telah meninggalkan rumah tanpa pamit sejak 13 hari yang lalu. Camat Subah, Muhammad Yasin, menambahkan bahwa korban diketahui memiliki riwayat gangguan daya ingat yang sering membuatnya linglung.
“Beliau sudah tua dan mengalami demensia. Beberapa kali pergi dari rumah tanpa pamit. Warga sekitar menyebut korban sebelumnya pernah hilang beberapa kali, namun selalu ditemukan dan dipulangkan oleh tetangga,” jelas Yasin.
Keluarga Ikhlas dan Menolak Autopsi
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Subah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Kematian diduga murni akibat faktor usia dan kondisi kesehatan di tengah cuaca ekstrem hutan.
