Menko Zulhas Targetkan 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Berdiri, Perkuat Pangan Mulai dari Kendal

Menko Zulhas Targetkan 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Berdiri, Perkuat Pangan Mulai dari Kendal
ABDUL GHOFUR KUNJUNGI KOPERASI - Menko Pangan Zulkifli Hasan berfoto bersama jajaran pengurus dan tokoh masyarakat saat meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pemerintah pusat mematok target ambisius dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor koperasi. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan sebanyak 30.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ditargetkan mulai beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun 2026 ini.

Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Zulhas saat meninjau langsung progres KDMP di Desa Winong, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jumat, 20 Februari 2026. Kunjungan ini mempertegas komitmen Kabinet Merah Putih dalam menjadikan koperasi sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional yang berbasis di desa.

Zulhas memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi pemerintah daerah dan jajaran TNI dalam merealisasikan instruksi Presiden terkait pendirian KDMP di tingkat akar rumput.

Baca Juga:Tragis! Bocah 3 Tahun di Kajen Pekalongan Tewas Terseret Arus Selokan Saat Bermain Hujan-hujananGeger Penemuan Mayat Perempuan Membusuk di Hutan Jati Subah Batang, Ternyata Lansia yang Hilang 13 Hari

“Sesuai saran Presiden, KDMP dilaksanakan dengan baik. Alhamdulillah di Desa Winong ini sudah selesai dan berjalan sangat baik. Tahun ini targetnya 30.000 unit, dan secara nasional nantinya akan terbentuk hingga 80.000 koperasi yang saling terhubung,” ujar Zulkifli Hasan di lokasi peninjauan.

Sistem Konektivitas Antarkoperasi

Lebih jauh, Menko Pangan menjelaskan bahwa puluhan ribu koperasi ini nantinya tidak akan berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah tengah menyiapkan sistem konektivitas yang memungkinkan antarkoperasi saling mengisi pasokan komoditas guna menjaga stabilitas harga di pasar.

“Jika harga cabai atau barang lain di satu daerah mahal, koperasi bisa memasok dari daerah lain yang lebih murah. Antar koperasi nanti saling mengisi dan memperkuat stabilitas harga secara nasional,” tuturnya lugas.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari (Mbak Tika), menyatakan kesiapan Pemkab Kendal untuk mengawal program ini agar tidak sekadar menjadi formalitas administratif. Menurutnya, potensi lokal setiap desa harus menjadi “bahan bakar” utama penggerak ekonomi koperasi tersebut.

“Setiap desa memiliki potensi lokal yang harus diangkat agar memberi manfaat luas bagi masyarakat. Pengembangan potensi lokal harus dikawal serius agar KDMP benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa yang nyata,” tegas Mbak Tika.

Operasional KDMP Desa Winong

Di Desa Winong sendiri, KDMP saat ini sudah memiliki 79 anggota aktif. Wakil Ketua KDMP Desa Winong, Safari, mengungkapkan bahwa meski gedung baru saja rampung, aktivitas usaha seperti penjualan gas elpiji dan minyak goreng serta layanan pengambilan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah berjalan.

0 Komentar