Strategi Dinas Kesehatan Pekalongan Cegah Stunting Lewat Germas, Fokus Edukasi Gizi di Wonopringgo

  Strategi Dinas Kesehatan Pekalongan Cegah Stunting Lewat Germas, Fokus Edukasi Gizi di Wonopringgo
Istimewa GERMAS - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan terus memperkuat pencegahan stunting di wilayah Kota Santri.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan kembali memperkuat komitmennya dalam memerangi masalah gizi kronis pada anak. Melalui implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pemerintah daerah berupaya memperkokoh benteng pencegahan stunting dengan menyasar langsung masyarakat di tingkat akar rumput.

Kegiatan yang dipusatkan di UMKM Center Kecamatan Wonopringgo ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional tahun 2026. Sebanyak 170 peserta yang terdiri dari kader kesehatan, lintas program, hingga organisasi profesi seperti Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) turut ambil bagian dalam aksi kolektif ini.

Kepala Bidang Kesmas dan Infokes Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Ryan Ardanaputra, menegaskan bahwa pendekatan promotif dan preventif melalui Germas merupakan strategi krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal di wilayah tersebut.

Baca Juga:Kampung Ramadhan Masjid Arrahmah RSI Kendal Jadi Magnet Ngabuburit, Hadirkan Puluhan UMKM Kuliner TakjilMAN IC Pekalongan Luncurkan KomProMi, Ubah Sampah Jadi Kompos Tanpa Bau Menuju Green Campus Mandiri

“Gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud komitmen bersama untuk memastikan setiap keluarga memahami pentingnya gizi seimbang dan pemantauan kesehatan sejak dini agar risiko stunting dapat ditekan secara signifikan,” ujar Ryan saat membuka acara tersebut, Senin, 23 Februari 2026.

Inovasi Edukasi Lewat Permainan Interaktif

Untuk memutus kekakuan sosialisasi kesehatan, panitia menyuguhkan beragam aktivitas menarik. Mulai dari senam bersama untuk mendorong aktivitas fisik, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung. Tak hanya itu, tersedia pula stan khusus untuk penyuluhan dan konseling gizi bagi para orang tua.

Pendekatan ini sengaja dibuat interaktif dengan menyisipkan permainan dan pembagian souvenir. Tujuannya jelas: agar pesan mengenai pentingnya asupan gizi seimbang lebih mudah dicerna dan dipraktikkan langsung dalam keseharian rumah tangga.

Kolaborasi Lintas Sektoral

Dinkes Pekalongan menyadari bahwa masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan kolaborasi kuat antara kader di desa, tenaga ahli gizi, dan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak yang sehat.

Melalui gerakan yang masif ini, pemerintah daerah berharap angka stunting di Kabupaten Pekalongan dapat turun drastis. Fokus utama ke depan adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pangan bergizi dan sanitasi yang layak sebagai penunjang program Germas.

0 Komentar