RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Suasana pagi di Kabupaten Batang berubah mencekam setelah dilaporkan adanya kecelakaan maut yang menimpa tiga orang remaja putri. Ketiga pelajar tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tertemper Kereta Api (KA) Argo Merbabu di jalur rel KM 81 antara Stasiun Batang dan Stasiun Pekalongan, Sabtu (21/2/2026) pukul 06.53 WIB.
Korban diidentifikasi sebagai Anggita Permadani (16), Adita Fadhiratul Jannah (15), dan Iswatik Sawita (15). Ketiganya merupakan warga Kampung Sebuntu Kedungmiri, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang. Insiden tragis ini diduga terjadi saat para korban sedang asyik berswafoto atau selfie di area terlarang tersebut.
Kasatreskrim Polres Batang, IPTU Albertus Sudaryono, mengonfirmasi kebenaran peristiwa yang merenggut nyawa tiga anak di bawah umur tersebut.
Baca Juga:Tragis! Bocah 3 Tahun di Kajen Pekalongan Tewas Terseret Arus Selokan Saat Bermain Hujan-hujananGeger Penemuan Mayat Perempuan Membusuk di Hutan Jati Subah Batang, Ternyata Lansia yang Hilang 13 Hari
“Benar tiga anak meninggal dunia. Kami turut berduka cita. Kami mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada waktu rawan seperti selepas Subuh maupun menjelang waktu berbuka puasa,” tegas Albertus, Sabtu (21/2/2026).
Kronologi Kejadian Pasca-Subuh
Berdasarkan keterangan warga sekitar, para korban diketahui sedang berkumpul di sekitar perlintasan kereta usai melaksanakan salat Subuh berjamaah. Area dekat GOR Moh Sarengat memang kerap menjadi lokasi nongkrong remaja di wilayah setempat.
Ketua RT setempat, Yulianto, menjelaskan bahwa para korban sedang bermain bersama rekan-rekan sebaya lainnya sebelum peristiwa nahas itu terjadi.
“Sehabis Subuh mereka bermain di sekitar rel bersama teman-temannya. Tiba-tiba tersambar kereta. Ketiga korban rencananya dimakamkan secara bersamaan pada Sabtu sore,” ungkap Yulianto.
Penjaga pos perlintasan, Ramelan, menambahkan bahwa dirinya sudah sering memberikan peringatan keras kepada anak-anak muda yang sering berkumpul di area rel, terutama saat bulan Ramadan. Namun, imbauan tersebut sering kali diabaikan.
“Pas Ramadan memang banyak anak nongkrong dekat rel, saya selalu mengingatkan tapi keras kepala, padahal bahaya. Kayaknya karena selfie tapi tidak tahu ada kereta dari arah barat ke timur, KA Argo Merbabu,” ujarnya dengan nada lirih.
Respons KAI dan Aturan Hukum
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyayangkan kejadian ini dan menegaskan bahwa jalur kereta api bukan merupakan ruang publik untuk bermain. KA Argo Merbabu relasi Semarang–Gambir tersebut sempat berhenti luar biasa (BLB) untuk pengecekan sarana sebelum melanjutkan perjalanan.
