RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Peristiwa memilukan terjadi di Desa Tambakroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun, Muhamad Ghofur Ar Rozak, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang terseret arus selokan yang meluap saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (19/2/2026).
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh seorang petani yang tengah menutup aliran irigasi di area persawahan, tepat sebelum Jembatan Ketepeng. Lokasi penemuan ini berjarak kurang lebih 900 meter dari titik awal korban dilaporkan terjatuh.
Kapolsek Kajen, Iptu Teguh Subiyantoro, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban diketahui tengah bermain hujan-hujanan di depan rumah bersama dua orang kakaknya yang masing-masing berusia 7 dan 5 tahun.
Baca Juga:Geger Penemuan Mayat Perempuan Membusuk di Hutan Jati Subah Batang, Ternyata Lansia yang Hilang 13 Hari3 Destinasi Wisata Alam dan Pegunungan di Batang yang Menarik Minat Wisatawan pada Lebaran 2026
“Korban diduga terpeleset dan jatuh ke selokan saat arus air sedang deras. Ketinggian air saat itu mencapai sekitar 70 sentimeter dan menutup lubang selokan,” ujar Iptu Teguh Subiyantoro, Senin (23/2/2026).
Kronologi Kejadian
Insiden tragis ini bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Korban yang baru saja dimandikan oleh ibunya, menyelinap keluar rumah tanpa pakaian untuk bergabung dengan kakak-kakaknya bermain air. Tak berselang lama, sang ibu yang mencari keberadaan anak-anaknya hanya mendapati dua putranya yang lebih tua.
Berdasarkan keterangan dari kakaknya, korban diketahui telah terseret arus selokan di depan rumah mereka di Dukuh Subah RT 006 RW 001. Mengetahui hal tersebut, warga segera bergerak melakukan penyisiran massal bersama aparat gabungan dari Polsek Kajen, Sat Samapta Polres Pekalongan, relawan PMI, hingga BPBD Kabupaten Pekalongan.
“Korban ditemukan sekitar 900 meter dari lokasi awal terjatuh. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tambah Iptu Teguh saat mengonfirmasi hasil pencarian sore itu.
Imbauan Bagi Orang Tua
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini murni sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan prosedur autopsi. Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Menanggapi insiden ini, kepolisian meminta masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memperketat pengawasan terhadap buah hati mereka, terutama ketika cuaca ekstrem melanda.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat musim hujan dengan kondisi aliran air yang deras dan berpotensi membahayakan,” tegas Iptu Teguh lugas.
