RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan bergerak cepat merespons lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran. Melalui kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dan PT Jawa Tengah Agro Berdikari, Pemkot menggelar penyaluran subsidi pangan murah di halaman Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (25/2/2026).
Program ini menjadi angin segar bagi emak-emak di Kota Batik, mengingat harga beberapa komoditas seperti cabai rawit merah sempat melambung tinggi. Selain cabai, pasar murah ini juga mempromosikan berbagai pangan lokal organik untuk mendorong diversifikasi konsumsi masyarakat.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Ivah Istiyani, mengungkapkan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah stabilisasi harga dan pengenalan produk lokal unggulan Jawa Tengah.
Baca Juga:Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Tawang Jaya di Batang, KAI Ingatkan Larangan Beraktivitas di Jalur RelSolusi Sampah Pekalongan Raya, Empat Daerah Sepakat Bangun PSEL 1.000 Ton Per Hari Tanpa Gunakan APBD
“Pada hari ini kita ada penyaluran subsidi pangan untuk komoditas cabai dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Komoditas yang disubsidi yaitu cabai rawit merah, tambahan bahan pangan organik dan pangan lokal lainnya,” jelas Ivah Istiyani di lokasi kegiatan.
Diskon Hingga 40 Persen dari Harga Pasar
Ivah menjelaskan bahwa besaran subsidi yang diberikan mencapai angka 40 persen. Sebagai contoh, cabai rawit merah yang di pasar umum sempat menyentuh Rp100.000 per kilogram, kini bisa ditebus warga hanya dengan harga Rp65.000 per kilogram atau Rp32.500 per kemasan 500 gram.
Selain cabai, daftar harga pangan yang tersedia dalam program ini meliputi:
Beras Organik: Rp15.000/kg (Harga pasar capai Rp25.000)
- Telur Ayam: Rp28.000/kg
- Beras Analog (Singkong/Jagung): Rp14.000/500gr
- Tepung Mocaf: Rp6.000/500gr
“Kami mengutamakan produksi lokal. Kebetulan di Provinsi Jawa Tengah ada beras organik, dalam rangka mempromosikan pangan organik tersebut. Selain itu juga ada komoditas lokal lain seperti beras jagung dan beras singkong,” tambah Ivah.
Warga Berharap Program Berlanjut
Program ini disambut antusias oleh warga. Rohmatul Umah, warga Panjang Indah, mengaku sangat terbantu dengan adanya subsidi ini, terutama untuk komoditas beras organik yang biasanya sulit ditemukan dengan harga terjangkau.
“Sebelumnya sudah rutin konsumsi, tapi selama ini agak sulit mencari pangan lokal organik. Alhamdulillah sekarang ada subsidi pangan lokal. Harapannya bisa menjangkau masyarakat karena kondisi ekonomi masih sulit, jadi bisa membantu,” tuturnya.
