Rohmatul menyebut selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan, terutama pada telur dan beras organik, sehingga bisa menghemat pengeluaran dapur mingguan.
Pemerintah Kota Pekalongan berharap melalui program ini, gejolak harga pangan dapat diredam sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak hanya bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga mulai melirik pangan lokal non-beras yang lebih sehat. (nul)
