RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, membawa angin segar bagi warga kurang mampu. Salah satu sasaran fisik utama, yakni rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Senimah, kini menunjukkan perkembangan signifikan dengan progres mencapai 75 persen.
Rumah yang dulunya hanya berdinding papan dan sering bocor saat hujan tersebut, kini mulai bersalin rupa menjadi bangunan permanen bertembok. Satgas TMMD bersama warga setempat terus mengebut pengerjaan agar hunian ini bisa segera ditempati secara layak dalam waktu dekat.
Komandan Kodim (Dandim) 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan, memastikan bahwa percepatan pembangunan ini dilakukan tanpa mengurangi kualitas bangunan demi kenyamanan penerima manfaat.
Baca Juga:Solusi Sampah Pekalongan Raya, Empat Daerah Sepakat Bangun PSEL 1.000 Ton Per Hari Tanpa Gunakan APBDBerkah Ramadan 2026, Omzet Rambak Dwi Djaya Pegandon Melejit, Produksi Harian Tembus 750 Dus
“Untuk rumah Ibu Senimah ini pengerjaannya sudah 75 persen. Paling lima hari lagi selesai dilaksanakan. Tadi Ibu Senimah menyampaikan atap rumahnya sering bocor. Sekarang sudah kita perbaiki, sehingga saat hujan tidak bocor lagi. MCK-nya juga kita benahi agar rumah ini benar-benar layak, nyaman, dan sehat untuk ditempati,” ujar Letkol Inf Bagus Setyawan saat meninjau lokasi, Rabu (25/2/2026).
Intervensi Kemiskinan Melalui Hunian Layak
TMMD Reguler tahun ini menyasar lima unit RTLH di wilayah Desa Gedong. Secara umum, progres fisik kelima rumah tersebut telah memasuki tahap pemasangan dinding bata dan segera dilanjutkan ke struktur atap. Selain perbaikan bangunan utama, sanitasi melalui penyediaan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang sehat menjadi prioritas tim di lapangan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kendal, Yanuar Fatoni, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem melalui penyediaan papan yang layak.
“Harapannya, peningkatan kualitas RTLH ini mampu meringankan beban hidup warga dan menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Yanuar Fatoni secara terpisah.
Haru Warga Penerima Manfaat
Bagi Senimah, bantuan dari personel TNI ini bak mimpi di siang bolong. Keterbatasan ekonomi membuatnya tak pernah membayangkan bisa membangun rumah tembok secara mandiri. Air mata haru pun tak terbendung saat ia melihat rumah kayunya kini mulai kokoh berdiri dengan bata dan semen.
