Bahaya Konten Video di Rel! Dishub Batang Edukasi Anak-anak Cegah Kasus Tertemper Kereta Api Jelang Lebaran

Bahaya Konten Video di Rel! Dishub Batang Edukasi Anak-anak Cegah Kasus Tertemper Kereta Api Jelang Lebaran
NOVIA ROCHMAWATI EDUKASI - Petugas Dishub Batang saat melakukan edukasi kepada anak-anak yang ada di sekitar rel kereta.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Tren remaja dan anak-anak yang nekat mendatangi area rel kereta api demi membuat konten video kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Batang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang mulai mengintensifkan kampanye keselamatan di perlintasan sebidang guna menekan angka kecelakaan atau kasus warga tertemper kereta api menjelang bulan Ramadan 2026.

Petugas kini menerapkan pendekatan yang lebih humanis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama anak-anak yang sering menghabiskan waktu di sekitar jalur rel. Langkah ini diambil karena teguran keras dinilai belum memberikan efek jera yang maksimal.

Kepala Seksi Bina Keselamatan dan Perlintasan Sebidang Dishub Batang, Bambang Pitono, menjelaskan bahwa pihaknya turun langsung menemui warga dan anak-anak di titik-titik rawan.

Baca Juga:Baju Lebaran untuk Korban Banjir, Muslimah Swimming Squad Pekalongan Traktir Puluhan Anak YatimPengajian Ramadan PDM Kendal: Edy Darmoyo Serukan Kebangkitan Umat di Tengah Krisis Moral dan Ekonomi

“Kami datangi anak-anak yang berada di sekitar perlintasan, lalu kami arahkan agar menjauh dari rel. Para orang tua juga kami beri bingkisan kecil sebagai pengingat akan bahaya kereta api. Strategi edukasi yang lebih komunikatif dinilai lebih efektif untuk menanamkan kesadaran,” ungkap Bambang Pitono saat ditemui di kantornya, Jumat (27/2/2026).

Risiko Jalur Ganda dan Fokus Konten

Bambang menyoroti fenomena anak-anak yang terlalu terpaku merekam satu rangkaian kereta (semboyan 35) hingga mengabaikan keselamatan diri. Di jalur ganda (double track), seringkali muncul kereta lain dari arah berlawanan yang tidak disadari oleh para pembuat konten karena terlalu fokus pada layar ponsel.

“Walaupun sirene sudah dibunyikan petugas PJL dan masinis memberikan semboyan 35 atau klakson, perhatian mereka tetap tertuju pada ponsel. Hal ini sangat berisiko tinggi,” tegasnya.

Saat ini, terdapat 15 perlintasan aktif di Batang yang menjadi fokus pengawasan, antara lain di kawasan Yos Sudarso, Gabus, dan Ujungnegoro. Selain itu, perlintasan tidak resmi di Kuripan kini dijaga oleh personel Linmas untuk menjamin keselamatan wisatawan yang menuju arah pantai.

Surat Edaran Larangan Ngabuburit di Rel

Langkah preventif juga datang dari sektor pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, secara resmi telah menerbitkan surat edaran yang melarang siswa melakukan aktivitas “ngabuburit” di lokasi rawan, termasuk di sepanjang jalur rel kereta api.

0 Komentar